Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Arsip Blog

AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN

By On Oktober 18, 2017


AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN ( PENGANTAR BISNIS BAB XI )

            Nama :Rahmat Jatnika  
                   Kelas : 1EB02                
                   NPM : 24217894           

KATA PENGANTAR
Puji sukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan yang maha esa, karna karena rahmat serta hidayahnya saya dapat merampungkan pekerjaan pengantar usaha bab XI yang berjudul “Akuntansi Serta Laporan Keuangan”. Pekerjaan ini diserahkan manfaat penuhi mata kuliah pengantar usaha.
Keinginan saya mudah-mudahan pekerjaan ini bias menolong menaikkan pengetahuan serta pengalaman untuk beberapa pembaca, hingga saya bisa melakukan perbaikan bentuk ataupun isi pekerjaan ini hingga nantinya bisa tambah baik.
saya mengerti kalau dalam pengaturan tulisan ini jauh dari prima, baik dari sisi pengaturan, bahasan, maupun penulisannya. Oleh karenanya saya menginginkan kritik serta anjuran yang sifatnya membuat, terutama dari dosen mata kuliah pengantar usaha manfaat jadi referensi dalam bekal pengalaman untuk saya untuk tambah baik di masa mendatang.

                                                                               Jakarta, 3 Oktober 2017
Penulis


BAB I
PENDAHULUAN

 

Akuntansi serta neraca keuangan berkembang searah dengan perubahan orang-orang. Histori perubahan pemikiran akuntansi dibagi dalam tiga periode, yakni : th. 4000SM – 1300M, 1300M – 1850M serta 1850M – Saat ini. Masing – masing periode berikan peran yang bermakna untuk pengetahuan akuntansi. Pada periode pertama akuntansi hanya bentuk record-keeping yang begitu simpel. Tujuannya pencatatan dari apa yang berlangsung dalam dunia usaha. Periode ke-2 adalah penyempunaan dari periode pertama di kenal jadi masa lahirnya dari double-entry bookkeeping. Pada periode paling akhir banyak perubahan pemikiran akuntansi yang bukanlah sekali lagi sebatas problem debit kiri credit kanan, namun telah masuk kedalam kehidupan orang-orang. Pemakai akuntansi juga beragam, dari yang sebatas mengerti akuntansi jadi alat kalkulasi, sumber info dalam memutuskan, hingga pemikiran bagaimana akuntansi diaplikasikan dengan jadi history perusahaan (pengalaman). Di BAB XI ini kita juga akan mengulas apa sajakah ruangan lingkup dari akuntansi serta neraca keuangan.

Maksud Penulisan
Mengerti pengertian akuntansi
Mengerti peranan akuntansi
Mengerti pihak-pihak yang mempunyai urusan pada akuntansi
Ketahui prinsip-prinsip akuntansi
Mengerti pengertian laporan keuangan
Tahu isi laporan keuangan
Tahu bentuk-bentuk neraca
Mengerti mengenai laporan rugi laba
Tahu bentuk laporan laba rugi
Mengerti maksud dari ada laporan keuangan

Faedah Penulisan
Mengerti apa sajakah yang termasuk juga dalam akuntansi serta dapat memakai peranan akuntansi dalam kehidupan


BAB II

PEMBAHASAN

AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN


1. DEFINISI AKUNTANSI
Akuntansi seringkali dimaksud dengan “bahasa bisnis” karna akuntansi yaitu satu system info yang sediakan laporan-laporan untuk pihak-pihak yang mempunyai urusan (stakeholders) tentang kesibukan ekonomi serta keadaan satu perusahaan. Akuntansi bisa didefinisikan jadi sistem pencatatan, pengukuran serta penyampaian info ekonomi supaya bisa digunakan jadi basic pengambilan ketentuan atau kebijaksanaan. Info itu dihidangkan berbentuk laporan akuntansi atau lebih di kenal dengan arti neraca keuangan.


2. FUNGSI AKUNTANSI
Tiap-tiap system paling utama akuntansi juga akan melakukan lima peranan intinya yaitu
1. Menyatukan serta menaruh data dari semuanya kesibukan serta transaksi perusahaan
2. Mengolah data jadi info yang bermanfaat pihak manajemen.
3. Memanajemen data-data yang ada dalam beberapa grup yang telah diputuskan oleh perusahaan.

 4. Mengatur kontrol data yang cukup hingga aset dari satu organisasi atau perusahaan terbangun. Penghasil info yang sediakan info yang cukup untuk pihak manajemen untuk lakukan rencana, mengeksekusi rencana serta mengkontrol kesibukan. 

PIHAK-PIHAK YANG BERKEPENTINGAN TERHADAP AKUNTANSI 
1. Para yang memiliki serta calon yang memiliki perusahaan. Beberapa yang memiliki serta calon yang memiliki perusahaan mempunyai urusan untuk ketahui perubahan serta keadaan keuangan perusahaan.
 2. Para pengelola perusahaan Beberapa pengelola perusahaan ini yaitu beberapa manajer, deretan direksi. Untuk pengelola perusahaan akuntansi dipakai untuk beragam maksud. Salah satunya info untuk manajemen jadi bahan analisis serta interpretasi dalam lakukan pelajari atas aktivitas serta perolehan hasil yang direncanakan perusahaan. 
 3. Para pegawai/karyawan perusahaan. Hal semacam ini dikaitkan dengan hak-hak pegawai dalam bagian penggajian, gratifikasi maupun bonus (jasa produksi) dan perangsang sosial yang lain dari perusahaan untuk maksud kesejahteraan perusahaan yang selanjutnya juga akan tingkatkan dedikasi pegawai pada perusahaan. 
4. Para investor. beberapa investor luar yang punya maksud menginvestasikan modalnya kedalam satu perusahaan, untuk keamanan proses investasinya mesti terlebih dulu ketahui kekuatan perusahaan yang berkaitan supaya jangan pernah dananya terbuang percuma.
 5. Para creditor. Beberapa creditor seperti bank pemberi credit begitu membutuhkan neraca keuangan perusahaan yang juga akan diberi credit untuk dipakai jadi bahan pertimbangan dalam memberi ketentuan penetapan pemberian credit. 
 6. Pemerintah Pemerintah begitu mempunyai urusan dalam menilainya maju mundurnya perusahaan yang berada di negaranya, umpamanya saja untuk memastikan kebijaksanaan sumber penerimaan negara dari bidang pajak atau memastikan kebijaksanaan beda yang terkait dengan pemberian sarana spesifik dari pemerintah.
 7. Rekanan perusahaan Yang disebut dengan relasi perusahaan disini adalah perusahaan-perusahaan beda yang di ajak kerja sama dalam satu aktivitas atau sebagian project pekerjaan spesifik yang sifatnya bekerja bersama untuk sama-sama mensupport dalam penyelesaian aktivitas yang dikerjakan bersama

3. PRINSIP AKUNTANSI
Prinsip-prinsip akuntansi adalah rencana basic atau asumsi basic yang dipakai jadi dasar dalam penentu serta pengukuran nilai dalam proses aktivitas akuntansi. Prinsip-prinsip akuntansi yang umum serta berlaku pada umumnya diantaranya seperti berikut :
a. Kesatuan akuntansi
Asumsi basic kalau akuntansi yaitu satu kesatuan ekonomi (entitas) yang berdiri dengan sendiri, terpisah baik dari pribadi yang memiliki perusahaan ataupun dari kesatuan ekonomi yang beda.
b. Kesinambungan
Rencana ini berasumsi kalau perusahaan dibangun untuk periode waktu yg tidak terbatas.
c. Periode akuntansi
Sepanjang periode waktu perusahaan menggerakkan usahanya dibagi jadi periode-periode akuntansi, tiap-tiap periode biasanya diawali dari tanggal 1 Januari serta selesai tanggal 31 Desember (1 th.).
d. Pengukuran dalam nilai uang
Uang jadi alat pertukaran yang universal dalam perekonomian. Oleh karenanya akuntansi memakai nilai uang jadi alat pengukur nilai aktiva serta keharusan dan perubahannya.
e. Harga pertukaran
Dengan prinsip ini akuntansi berasumsi kalau harga yang ditetapkan dengan obyektif oleh pihak-pihak yang berkaitan dengan transaksi serta di dukung oleh bukti-bukti yang sudah di check keabsahannya yaitu harga pertukaran ketika berlangsung transaksi.
f. Penetapan beban serta penghasilan
Pemilihan laba dikerjakan dengan periodik dengan memakai basic saat atau basic akrual (accrual basic). Berarti dalam penetapan pendapatan ataupun beban bukan sekedar berdasar pada jumlah penerimaan serta jumlah pengeluaran uang (kas), namun juga berdasar pada lewatnya saat yang berkaitan dengan penerimaan serta pengeluaran uang.

4. PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN
Neraca keuangan yaitu catatan info keuangan satu perusahaan disuatu periode akuntansi yang bisa dipakai untuk melukiskan kemampuan perusahaan itu. Neraca keuangan yaitu sisi dari sistem pelaporan keuangan. Neraca keuangan yang lengkap umumnya mencakup :
• Neraca
• Laporan laba rugi
• Laporan perubahan ekuitas
• Laporan perubahan tempat keuangan yang bisa dihidangkan berbentuk laporan arus kas atau laporan arus dana
• Catatan serta laporan beda dan materi keterangan yang disebut sisi integral dari laporan keuangan
Unsur yang terkait dengan segera dengan pengukuran tempat keuangan yaitu aset, keharusan, serta ekuitas. Sedang unsur yang terkait dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi yaitu pendapatan serta beban. Laporan tempat keuangan umumnya mencerminkan beragam unsur laporan laba rugi serta perubahan dalam beragam unsur neraca.

5. ISI LAPORAN KEUANGAN

Neraca untuk memberitahukan tempat keuangan ketika spesifik, yang tercermin pada jumlah harta yang dipunyai, jumlah keharusan, serta modal perusahaan.
- Perhitungan laba rugi, memberitahukan hasil usaha perusahaan dalam satu periode spesifik.

- Laporan arus kas, memberitahukan perubahan dalam tempat keuangan jadi akibatnya karena aktivitas usaha, pembelanjaan, serta investasi sepanjang periode yang berkaitan.

- Catatan atas neraca keuangan, memberitahukan kebijaksanaan akuntansi yang memengaruhi tempat keuangan dari hasil keuangan perusahaan.

Neraca keuangan diinginkan dihidangkan dengan layak, terang, serta lengkap, yang mengungkap sebagian fakta ekonomi tentang eksistensi serta operasi perusahaan itu. Dalam membuat neraca keuangan, akuntansi ditempatkan dengan peluang bahaya penyimpangan (bias), salah penafsiran serta ketidaktepatan. Untuk meminimkan bahaya ini, profesi akuntansi sudah berusaha untuk meningkatkan satu barang badan teori ini. Tiap-tiap akuntansi atau perusahaan mesti beradaptasi pada praktek akuntansi serta pelaporan dari tiap-tiap perusahaan spesifik.

6. BENTUK – BENTUK NERACA
Dalam membuat neraca, perusahaan bisa memakai sebagian bentuk sesuai sama maksud serta kebutuhannya. Selain itu, bentuk neraca yang diambil sesuai sama ketentuan serta kelaziman yang berlaku. Berarti pengaturan neraca didasarkan pada bentuk yang sudah distandarisasi, terlebih untuk maksud pihak luar perusahaan.
Dalam praktiknya ada banyak bentuk neraca. Perusahaan bisa pilih satu diantara bentuk, yakni :
1. Bentuk skontro (akun form) ;
2. Bentuk Laporan (report form)
3. Bentuk yang lain yang sesuai dengan hasrat perusahaan.
Neraca skontro adalah neraca yang bentukanya seperti huruf “T”. Oleh karenanya, seringkali juga dimaksud T Form. Berbentuk ini neraca dibagi kedalam dua tempat, yakni di samping kiri diisi aktiva serta di samping kanan yang diisi keharusan serta modal. Bentuk neraca type ini seringkali juga dimaksud dengan bentuk horizontal.
• Contoh Neraca Skontro
AKTIVA
PASIVA

Aktiva Lancar Utang Lancar
-Kas x -Utang Wesel x
-Bank x -Utang Dagang x
-Surat-surat berharga x -Utang Bank 1 Tahun x
-Piutang x -Utang Pajak x
-Sediaan x -Dan Lain-lain x
0 0
AktivaTetap Utang Periode Panjang
-Tanah x -Obligasi x
-Bangunan x -Hipotek x
-Mesin-mesin x -Utang Bank 3 tahun x
-Peralatan x
0 0
Aktiva Lainnya Ekuitas
Gedung dalam proses x -Modal Setor x
-Laba Ditahan x
0 0

Keseluruhan Aktiva 0 Total Pasiva 0
• Bentuk Laporan (report form)
Report form atau bentuk laporan seringkali dimaksud juga bentuk vertikal. Berbentuk lapiran isi neraca disusun dari mulai atas selalu ke bawah, yakni dari mulai aktiva lancar seperti kas, bank, dampak, komponen aktiva tetaplah, komponen aktiva yang lain, komponen keharusan lancar, komponen utang periode panjang serta paling akhir yaitu komponen modal (ekuitas)
• Bentuk yang lain yang sesuai dengan hasrat perusahaan.
 

LAPORAN LABA – RUGI (L/R)
Laporan Laba-Rugi
Yaitu neraca keuangan yang memberi imformasi kesuksesan yang diraih atau kegagalan yang menerpa satu perusahaan dalam rencana menggerakkan usahanya sepanjang periode waktu (periode) spesifik, yang dinilai dengan jumlah unit uang.
Unsur-unsur laporan laporan laba rugi umumnya terbagi dalam :
1. Pendapatan (revenues) , yakni pendapatan yang muncul dalam proses kesibukan yang umum serta yang di kenal dengan sebutan berlainan, seperti penjualan barang dagangan, pendapatan jasa, pendapatan bunga, pendapatan deviden, royaltis, serta sewa.
2. Keuntungan (Gains) , yakni pos beda yang penuhi pengertian pendapatan serta mungkin saja muncul atau tidak muncul dalam proses kesibukan perusahaan yang teratur umpamanya pos yang muncul dalam pengalihan aktiva lancar, revaluasi sekuritas, kenaikan jumlah aktiva periode panjang.
3. Beban (expense) , bisa terbagi dalam :
• Beban yang muncul dalam proses kesibukan perusahaan yang umum (yang umumnya berupa arus kas keluar atau menyusutnya aktiva seperti kas persediaan, aktiva tetaplah, yang mencakup umpamanya harga pokok penjualan, upah serta gaji, penyusutan. • Kerugian, yang mencerminkan pos beda yang penuhi pengertian beban yang muncul atau tidak muncul dari kesibukan perusahaan yang tidak sering berlangsung, misalnya rugi karna bencana kebakaran, banjir, atau pelepasan aktiva tidak lancar.


 7. BENTUK BENTUK LAPORAN LABA RUGI • Bentuk Single Step, yakni semuanya pendapatan dipadukan jadi satu grup serta semuanya beban dipadukan jadi satu kelopok, lalu dua grup itu diselisihkan. • Bentuk Multiple Step/Bertahap, yakni lewat cara memisahkan pendapatan ataupun beban dalam grup operasional serta non operasional. Berbentuk ini, penyajian sisi pertama yaitu perincian pendapatan operasional lalu sisi ke-2 perincian beban operasional. Dengan memperbandingkan dua sisi itu didapat laba/rugi operasional/usaha pokok. Sisi ke-3 yaitu perincian pendapatan serta beban non operasional. Hasil (grup pertama serta grup ke-2) dikombinasi dengan hasil grup ke-3, didapat laba/rugi bersih.

8. TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
Menurut Standard Akuntasi Keuangan (SAK) th. 1996, maksud neraca keuangan yaitu untuk memberi info yang menyangkut tempat keuangan, kemampuan dan perubahan tempat keuangan satu perusahaan yang berguna untuk beberapa besar pengguna pengambil ketentuan ekonomi.

Kesimpulan
Dari BAB XI ini penulis dapat ambil rangkuman kalau akuntansi serta neraca keuangan akuntansi adalah alat untuk manajemen untuk memantau serta merekam transaksi cost dengan systematis, dan menghidangkan info cost berbentuk laporan yang berbentuk tentu.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Laporan_keuangan
http://www.laporankeuangan.co.id/blog/bentuk-neraca-keuangan/
http://hidayatisri.blogspot.com/2012/11/akuntansi-dan-laporan-keuangan_23.html
http://muhammadrickypahlevi.wordpress.com/2013/01/02/bab-11-akuntansi-dan-laporan-keuangan/
http://hendrafin.blogspot.com/2010/12/akuntansi-dan-laporan.html


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »