Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Arsip Blog

SIAPKAH KOPERASI MENGHADAPI ERA GLOBALISASI?

By On Desember 07, 2018



          
NAMA                        : RAHMAT JATNIKA
NPM                            : 24217894
KELAS                       : 2EB04
MATA KULIAH        : EKONOMI KOPERASI (SOFTSKILL)
DOSEN                       : SULASTRI

MAKALAH

EKONOMI KOPERASI

SIAPKAH KOPERASI MENGHADAPI ERA GLOBALISASI?

Makalah ini Disusun dalam Rangka Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Ekonomi Koperasi (Softskill)

Dosen Pengampu : Sulastri

KELAS 2EB04

 Disusun Oleh:
RAHMAT JATNIKA (24217894)
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2018/2019



KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan makalah saya dengan baik. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Sulastri, selaku dosen mata kuliah Ekonomi Koperasi, yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk dapat menulis serta menyelesaikan makalah ini.  Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Softskill “Ekonomi Koperasi”. Tak ada gading yang tak retak, demikian juga saya dalam menulis makalah ini memiliki beberapa kelemahan dan melakukan kesalahan, sehingga makalah yang saya tulis ini masih jauh dari sempurna dan tak luput dari kecacatan. Oleh karena itu, saya meminta maaf atas kesalahan yang ada dan mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi para pembaca dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

                                                                            Depok, 9 November 2018


                                                                                       Rahmat Jatnika


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

                       1.1 Latar Belakang
                       1.2 Rumusan Masalah
                       1.3 Tujuan Penulisan
                       1.4 Manfaat Penulisan
          
            BAB II PEMBAHASAN

           2.1 Pengertian Globalisasi
           2.2 Dampak Positif Globalisasi Ekonomi
           2.3 Dampak Negatif Globalisasi
           2.4 Peluang Dan Tantangan Koperasi Di Era Globalisasi
           2.5 Langkah-langkah Antisipatif Koperasi Dalam Globalisasi
           2.6 Koperasi Indonesia dalam Menghadapi Pasar Global
          
BAB III PENUTUP

           3.1 Kesimpulan
           3.2 Saran  

DAFTAR PUSTAKA







BAB I
 PENDAHULUAN


1.1.  Latar Belakang
               Diperkembangan jaman yang sudah paling luas ini, membawa kita berada didalam dunia yang paling dekat dengan yang lainnya. Memberikan sekian banyak  macam fasilitas didalam menjalani segala kegiatan manusianya, dengan kemerdekaan yang paling kompleks dan menjadikan insan harus dapat berlomba antara pribadi satu dengan induvidu lainnya atau kumpulan satu dengan kumpulan lainnya, urusan  tersebut merupakan era globalisasi yang dominan baik maupun buruk terhadap kehidupan manusia. Globalisasi membuat insan harus mampu berlomba dari dalam lingkungan ke lingkungan yang baru atau dengan manusia-manusia baru. Globalisasi ialah kebersangkutan dan ketergantungan antar bangsa dan antar insan di semua dunia melewati perdagangan, investasi, perjalanan, kebiasaan populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sampai-sampai batas-batas sebuah negara menjadi semakin sempit.
               Di dalam globalisasi lahir suatu globalisasi perkonomian. yakni adalah suatu proses pekerjaan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di semua dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakinterintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mewajibkan penghapusan semua batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa. Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas sebuah negara bakal menjadi kabur dan kebersangkutan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional bakal semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak bakal membuka kesempatan pasar produk dari domestik ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya pun membuka kesempatan masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.
               Jadi relevansi globalisasi terhadap perekonomian sebuah bangsa menjadi paling kompleks dan signifikan terhadap suasana masyarakat sebuah bangsa tersebut. Hal ini menandakan bahwa di era ini kompetisi antara pribadi dengan pribadi atau antara kumpulan dengan kelompok. Dan koperasi disini diinginkan mempunyai peran untuk menciptakan suatu suasana masyarakat stabil dalam perekonomiaannya. Dan koperasi dapat menghadapi sebuah era globalisasi yang secara tidak langsung ataupun langsung masuk di lingkungan selama kita, dan bagaimana kita dapat menghadapi urusan tersebut dengan arif dan baik.

1.2 Tujuan Penulisan
            Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini :
            1. Untuk mengetahui dan memahami mengenai kesiapan koperasi menghadapi era globalisasi.
            2. Untuk mengetahui dan menjabarkan tentang apa saja yang harus dilakukan oleh koperasi dalam  menghadapi era globalisasi ini.

1.3 Manfaat Penulisan
            Adapun manfaat penulisan ini, yaitu :
           1. Sebagai masukan saya sendiri untuk menambah wawasan mengenai kesiapan koperasi menghadapi era globalisasi ini.
           2. Menambah informasi dan pengetahuan bagi para mahasiswa dan para pembaca pada umumnya.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Globalisasi
        Globalisasi ialah kebersangkutan dan ketergantungan antar bangsa dan antar insan di semua dunia melewati perdagangan, investasi, perjalanan, kebiasaan populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sampai-sampai batas-batas sebuah negara menjadi semakin sempit.
               Globalisasi ialah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, bersangkutan, dan memengaruhi satu sama beda yang mengarungi batas negara.
Globalisasi perekonomian adalah suatu proses pekerjaan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di semua dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakinterintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mewajibkan penghapusan semua batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.
               Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas sebuah negara bakal menjadi kabur dan kebersangkutan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional bakal semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak bakal membuka kesempatan pasar produk dari domestik ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya pun membuka kesempatan masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.
               Berdasarkan keterangan dari Tanri Abeng, perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara beda terjadi dalam bentuk-bentuk berikut:

§  Globalisasi produksi,

 di mana perusahaan berproduksi di sekian banyak  negara, dengan sasaran supaya biaya buatan menajdi lebih rendah. Hal ini dilaksanakan baik sebab upah buruh yang rendah, tarif bea masuk yang murah, infrastruktur yang mencukupi ataupun sebab iklim usaha dan politik yang kondusif. Dunia dalam urusan ini menjadi tempat manufaktur global.

§  Globalisasi pembiayaan

Perusahaan global memiliki akses untuk mendapat  pinjaman atau mengerjakan investasi (baik dalam format portofolio ataupun langsung) di seluruh negara di dunia. Sebagai contoh, PT Telkom dalam menggandakan satuan sambungan telepon, atau PT Jasa Marga dalam memperluas jaringan jalan tol sudah memanfaatkan sistem pembiayaan dengan pola BOT (build-operate-transfer) bareng mitrausaha dari manca negara.

§  Globalisasi tenaga kerja.

 Perusahaan global akan dapat memanfaatkan tenaga kerja dari semua dunia cocok kelasnya, seperti pemakaian staf profesional dipungut dari tenaga kerja yang sudah mempunyai pengalaman internasional atau buruh kasar yang biasa didapatkan dari negara berkembang. Dengan globalisasi makahuman movement bakal semakin gampang dan bebas.

§  Globalisasi jaringan informasi.
 
Masyarakat sebuah negara dengan gampang dan cepat menemukan informasi dari negara-negara di dunia sebab kemajuan teknologi, antara beda melalui: TV,radio,media cetak dll. Dengan jaringan komunikasi yang semakin maju telah menolong meluasnya pasar ke sekian banyak belahan dunia guna barang yang sama. Sebagai misal : KFC, celana jeans levi’s, atau hamburger melanda pasar dimana-mana. Akibatnya selera masyarakat dunia -baik yang berdomisili di kota ataupun di desa- mengarah ke pada selera global.

§  Globalisasi Perdagangan.

Hal ini terwujud dalam format penurunan dan penyeragaman tarif serta penghapusan sekian banyak hambatan nontarif. Dengan demikian pekerjaan perdagangan dan kompetisi menjadi semakin cepat, ketat, dan adil.
Thompson menulis bahwa kaum globalis mengklaim ketika ini sudah terjadi suatu intensifikasi secara cepat dalam investasi dan perniagaan internasional. Misalnya, secara nyata perekonomian nasional sudah menjadi unsur dari perekonomian global yang ditengarai dengan adanya kekuatan pasar dunia.

2.2 Dampak Positif Globalisasi Ekonomi

§  Produksi global bisa ditingkatkan
               Pandangan ini cocok dengan teori ‘Keuntungan Komparatif’ dari David Ricardo. Melalui spesialisasi dan perniagaan faktor-faktor buatan dunia dapat dipakai dengan lebih efesien, output dunia meningkat dan masyarakat akan mendapat  keuntungan dari spesialisasi dan perniagaan dalam format pendapatan yang meningkat, yang selanjutnya dapat menambah pembelanjaan dan tabungan.

§  Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam sebuah negara
               Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan masyarakat dari sekian banyak  negara mengimpor lebih tidak sedikit barang dari luar negeri. Hal ini mengakibatkan konsumen memiliki pilihan barang yang lebih banyak. Di samping itu, konsumen pun dapat merasakan barang yang lebih baik dengan harga yang lebih rendah.

§  Meluaskan pasar guna produk dalam negeri
               Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan masing-masing negara memperolehpasar yang jauh lebih luas dari pasar dalam negeri.

§  Dapat mendapat  lebih tidak sedikit modal dan teknologi yang lebih baik
               Modal dapat didapatkan dari investasi asing dan khususnya dinikmati oleh negara-negara berkembang sebab masalah kelemahan modal dan tenaga berpengalaman serta tenaga terdidik yang kawakan kebanyakan dihadapi oleh negara-negara berkembang.

§  Menyediakan dana ekstra untuk pembangunan ekonomi

               Pembangunan sektor industri dan sekian banyak sektor lainnya tidak hanya dikembangkan oleh perusahaan asing, namun terutamanya melewati investasi yang dilaksanakan oleh perusahaan swasta domestik. Perusahaan dalam negeri ini seringkali membutuhkan modal dari bank atau pasar saham. dana dari luar negeri khususnya dari negara-negara maju yang menginjak pasar duit dan pasar modal di domestik dapat menolong menyediakan modal yang diperlukan tersebut

2.3 Dampak Negatif Globalisasi Ekonomi

§  Menghambat perkembangan sektor industri
               Salah satu efek dari globalisasi ialah perkembangan sistem perniagaan luar negeri yang lebih bebas. Perkembangan ini mengakibatkan* negara-negara berkembang tidak bisa lagi memakai tarif yang tingi untuk menyerahkan proteksi untuk industri yang baru berkembang (infant industry). Dengan demikian, perniagaan luar negeri yang lebih bebas memunculkan hambatan untuk negara berkembang guna memajukan sektor industri dalam negeri yang lebih cepat. Di samping itu, ketergantungan untuk industri-industri yang dipunyai perusahaan multinasional semakin meningkat.

§  Memperburuk neraca pembayaran
               Globalisasi ingin menaikkan dagangan impor. Sebaliknya, bilamana suatu negara tidak dapat bersaing, maka ekspor tidak berkembang. Keadaan ini bisa memperburuk situasi neraca pembayaran. Efek buruk beda dari globaliassi terhadap neraca pembayaran ialah pembayaran neto pendapatan hal produksi dari luar negeri ingin mengalami defisit. Investasi asing yang bertambah tidak sedikit menyebabkan aliran pembayaran deviden (pendapatan) investasi ke luar negeri semakin meningkat. Tidak berkembangnya ekspor dapat berdampak buruk terhadap neraca pembayaran.

§  Sektor finansial semakin tidak stabil
               Salah satu efek urgen dari globalisasi ialah pengaliran investasi (modal) portofolio yang semakin besar. Investasi ini terutama mencakup partisipasi dana luar negeri ke pasarsaham. Ketika pasar saham sedang meningkat, dana ini bakal mengalir masuk, neraca pembayaran meningkat bak dan nilai duit akan meningkat baik. Sebaliknya, saat harga-harga saham di pasar saham menurun, dana domestik akan mengalir ke luar negeri, neraca pembayaran ingin menjadi meningkat buruk dan nilai mata uang dalam negeri merosot. Ketidakstabilan di sektor finansial ini dapat memunculkan efek buruk untuk kestabilan pekerjaan ekonomi secara keseluruhan.
§  Memperburuk prospek perkembangan ekonomi jangka panjang
               Apabila hal-hal yang ditetapkan di atas berlaku dalam sebuah negara, maka dlam jangka pendek perkembangan ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam jangka panjang perkembangan yang laksana ini akan meminimalisir lajunya perkembangan ekonomi.Pendapatan nasional dan peluang kerja bakal semakin lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak dapat ditanggulangi atau justeru semakin memburuk. Pada akhirnya, bilamana globalisasi memunculkan efek buruk untuk prospek perkembangan ekonomi jangka panjang sebuah negara, penyaluran pendapatan menjadi semakin tidak adil dan masalah sosial-ekonomi masyarakat semakin meningkat buruk.

2.4 . Peluang Dan Tantangan Koperasi Di Era Globalisasi
               Agar koperasi bisa eksis dalam era globalisasi butuh menempuh empat langkah.Pertama, mesti bisa merestrukturasi hambatan internal dengan mengikis segala konflik yang ada. Kedua, pembenahan manajerial, ketiga, startegi integrasi ke luar dan ke dalam.Keempat, penambahan efisiensi dalam proses buatan dan distribusi.
               Peluang koperasi guna tetap berperan dalam perekonomian nasional dan internasional tersingkap lebar asal koperasi dapat membenahi diri menjadi di antara pelaku ekonomi (badan usaha) yang kompetitif dikomparasikan pelaku ekonomi lainnya.
               Tantangan guna pengembangan masa mendatang memang relative berat, karena bila tidak dilaksanakan pemberdayaan dalam koperasi bisa tergusur dalam kompetisi yang kian menggelobal. Kalau anda lihat ciri-ciri globalisasi dimana pergerakan barang, modal dan duit demikian bebas dan perlakuan terhadap pelaku ekonomi sendiri dan asing (luar negeri) sama, maka tidak ada dalil bagi sebuah negara guna memanjakan semua pelaku ekonoi (termasuk koperasi) yang tidak tepat guna dan kompetitif.

2.5 Langkah-langkah Antisipatif Koperasi Dalam Globalisasi
               Masa depan perekonomian global berada ditangan unit usaha yang kecil, otono, tetapi padat teknologi. Sektor-sektor usaha kecil di Indonesia butuh diberi peluang untuk berperan labih banyak.
Keistimewaan koperasi tidak dikenal adanya majikan dan buruh, serta tiadak terdapat istilah pemegang saham mayoritas. Semua anggota berposisi sama, dengan hak suara sama. Oleh sebab itu, apabila kegiatan produksi yang dilaksanakan koperasi ternyata bisa memberi laba financial, seluruh pihak bakal turut merasakan laba tersebut.
               Untuk mengembangkan koperasi tidak sedikit hal yang perlu dirapikan baik internal maupun eksternal. Langkah pembenahan koperasi, Pertama-tama mesti bisa merestrukturisasi hambatan internal, dengan mengurangi segala konflik yang ada. Menumbuhkan mentalitas kewirausahaan semua pengurus dan anggota koperasi.
               Kedua, membetulkan manajerial. Manajemen koperasi dimasa yang bakal datang menghendaki pengarahan focus terhadap pasar, sistem pencatatan finansial yang baik, serta perencanaan arus kas dan keperluan modal mendatang.
               Ketiga, kerjasama antar koperasi maupun kerjasama dengan pelaku lainnya dengan prinsip saling menguntungkan. Koperasi dituntut untuk menanam anggotanya sebagai pelaku aktif dalam proses buatan dan penyaluran dapat mengisi syarat-syarat penghemat biaya, pemanfaatan modal, keorganisasian, fleksibilitas dan pemekaran peluang kerja. Berdasarkan keterangan dari Indra Ismawan (2001), pada gilirannya koperasi bakal memadukan istilah the bigger is better dengan small is beautiful.


2.6 Koperasi Indonesia dalam Menghadapi Pasar Global
               Setelah 67 tahun Indonesia merdeka, bagaimana pertumbuhan dan peran koperasi Indonesia ? Ada dua pendapat. Pertama, situasi dan pertumbuhan serta peran koperasi Indonesia masih memprihatinkan. Kedua, eksistensi koperasi sungguh menolong perekonomian Indonesia dan perkembangannya pun selalu naik.
Pakar Koperasi dan Ekonomi, Bernhard Limbong, menyatakan, situasi koperasi di Indonesia hingga tahun 2011 lumayan memperihatinkan. Sebanyak 27 persen dari 177.000 koperasi yang terdapat di Indonesia atau selama 48.000 koperasi tidak aktif.
               Berdasarkan keterangan dari Limbong, secara de facto, sosok peran koperasi masih jauh panggang dari api. Kedudukan koperasi terstruktur dalam posisi yang marginal dan terkungkung dalam masalah internal yang melemahkan. Komitmen amanat Pasal 33 UUD 1945, belum sukses menciptakan fondasi dan bangunan keekonomian koperasi yang kokoh dan berketahanan.
               Sebagai badan usaha, koperasi dicitrakan gagal mengisi harapan masyarakat luas, yakni entitas bisnis yang menguntungkan. Sebagai gerakkan ekonomi rakyat, koperasi dirasakan gagal menjadi actor sentral demokrasi ekonomi.
Berdasarkan keterangan dari Limbong, secara eksternal, pesatnya pengaruh globalisasi pasar bebas ekonomi dunia sudah menggiring perekonomian Indonesia ke arus kapitalisme yang menggurita, dan pada gilirannya makin menyulitkan posisi dan peran koperasi di zona ekonomi negeri ini.
               Sementara peran strategis negara guna mewujudkan ideologi ekonomi berbasis koperasi tidak secara nyata dan signifikan menyerahkan hak sosial ekonomi rakyat berupa kemakmuran.
               “Hal tersebut terutama dampak koordinasi dan komitmen yang lemah pada tataran implementasi ketentuan perundang-undangan, ketentuan pemerintah dan keputusan menteri, dan kebijakan-kebijakan teknis operasional,” kata Limbong.
               Sementara secara internal, lambannya pertumbuhan serta pergerakan koperasi di Indonesia diakibatkan sejumlah hal internal koperasi tersebut sendiri, laksana modal usaha dan lapangan usaha terbatas. Dampkanya, beberapa koperasi melulu mengelola satu jenis usaha, dan sifatnya temporer, serta monoton.
               Di samping itu, kurangnya tenaga professional, bahkan beberapa masyarakat tak mau* masuk sebagai pengelola koperasi sebab dinilai tidak menjanjikan masa depan.
Permasalahan lainnya ialah kepastian usaha, segmentasi pasar, dan daya dukung organisasi yang paling lemah. Percepatan usaha yang dipunyai berjalan lamban, dan tidak cukup mampu berlomba di pasar, baik pasar lokal, regional, dan nasional lagipula pasar internasional.
               Sebaliknya pendapat kedua laksana Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan, menegaskan, 67 tahun sesudah koperasi diputuskan sebagai soko guru perekonomian nasional, koperasi terus berkembang dan menyerahkan kontribusi nyata untuk perekonomian nasional kita.
               Data dari Kementerian Koperasi dan UKM pada 2013 memperlihatkan ada 194.925 unit koperasi di Indonesia, tergolong di dalamnya 1.472 unit koperasi nelayan yang tersebar di 23 provinsi. Dengan jumlah anggota menjangkau 33,6 juta orang. Setiap tahunnya, perkembangan koperasi ini menjangkau tujuh hingga delapan persen. Mayoritas koperasi yang beroperasi ialah simpan pinjam.
               Dari data tersebut, Syarief berkeyakinan powerful bahwa koperasi akan kian tumbuh dan berkembang pada tahun-tahun mendatang dan pada gilirannya bakal ikut berperan urgen dalam menjangkau pertumbuhan dan pemeratan ekonomi 7,7 persen, pengurangan angka kemiskinan menjadi 8-10 persen, dan pengurangan angka pengangguran menjangkau 5 – 6 persen pada tahun 2014.
               Syarief tidak berlebihan, empiris sejak krisis ekonomi semenjak tahun 1998 menunjukan koperasi bareng UMKM memiliki keterampilan berakselarasi dan berdaya tahan tinggi. Sebanyak 58 persen Produk Domestik Bruto (PDB) disumbangkan dari sektor koperasi dan UMKM. Dari sektor koperasi pula Indonesia dapat* menjaring pengusaha. Ini penting sebab rasio pengusaha di negara ini masih minim.
               Di samping itu, koperasi dan UMKM menjadi penyerap tenaga kerja yang paling potensial larena proses buatan yang dilaksanakan Kementerian biasanya mempunyai sifat padat karya dan paling adaptif terhadap lingkungan yang berubah.
               Sementara pakar manajemen dan koperasi,Thoby Mutis, sebagaimana dilansir Limbong dalam bukunya, Pengusaha Koperasi: Memperkokoh Fondasi Ekonomi Rakyat, 2010, mengatakan, dua urusan yang butuh mendapat perhatian semua pelaku usaha koperasi ialah terus menelorkan terobosan-terobosa kreatif dan inovatif dalam mengembangkan bisnis. Ini penting supaya koperasi dapat berdiri sejajar dengan badan usaha swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
               Thoby Mutis menghimbau semua profesional koperasi untuk menggali relevansi manajemen koperasi dengan pertumbuhan manajemen canggih kontemporer yang diterapkan di lembaga ekonomi beda (swasta dan lembaga ekonomi kepunyaan negara) supaya bisnis koperasi dapat memicu efisiensi teknis hemat dan sekaligus sosial.
               Kedua, bertekat kuat merealisasikan manajemen profesional dalam menjalankan bisnis koperasi yang ditandai dengan sejumlah strategi, yaitu berani merekrut tenaga-tenaga profesional hebat dengan gaji besar, mengembangkan kemahiran para pengurus dan manajemen pengelola koperasi, menyiapkan dana eksklusif untuk mengerjakan riset, pekerjaan public relation, dan memperluas kemitraan dan seterusnya.
               Sampai ketika ini dan kedepan pemerintah, dalam urusan ini Kementerian Koperasi dan UKM, terus melakukan pekerjaan untuk menumbuhkembangkan koperasi. Salah satunya melewati Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
Lembaga ini paling siap menolong dunia perkoperasian dan semua pelaku UKM. Sejak berdiri tahun 2006, LPDB sudah menyerahkan modal untuk 1.600 koperasi. Sebanyak 1.600 koperasi ini bila hitung-hitung matematis, bila satu koperasi memiliki 1.000 UKM, bila 1 UKM memiliki tenaga kerja tiga orang, telah 15.000 tenaga kerja. Jadi LPDB tersebut menciptakan lapangan kerja.
               Berdasarkan keterangan dari Agus Muharam, semenjak tahun 2010, Kementerian Koperasi dan UKM mengusulkan program Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (Gemaskop). Ada tiga destinasi yang ingin dijangkau dalam gerakan ini, yakni menyuruh sebanyak-banyak masyarakat Indonesia guna berkoperasi, berbenah koperasi-koperasi yang ada guna berkoperasi cocok dengan nilai dan prinsip koperasi, lalu membina koperasi berskala besar yang mempunyai daya saing di tingkat nasional dan internasional.
               Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Februari 2012, pengangguran tersingkap di Indonesia menjangkau 6,32 persen atau 7,61 juta orang. Sementara menurut data teranyar dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang sedang di bawah koordinasi Wakil Presiden di Indonesia pada tahun 2012 sampai 2013 yang menjangkau angka 96 juta jiwa.
               Semoga dengan gencarnya pemerintah mengerjakan Gemaskop, maka semakin tidak sedikit orang bergabung atau menyusun koperasi terutama semua penganggur dan orang-orang kurang mampu ini. Kalau demikian, maka koperasi benar-benar menciptakan Indonesia Jaya.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
               Koperasi sebetulnya dapat menjadi motor penggerak roda perekonomian nasional untuk terbit dari krisis ekonomi. Dan pun koperasi dapat mengembangkan produk lokal yang berkualitas supaya bisa mengeksport sampai-sampai produk domestik dapat berlomba di negeri sendiri dan minimal meminimalkan masyarakat memakai produk eksport.
               Peluang koperasi guna tetap berperan dalam percaturan perekonomian nasional dan internasional tersingkap lebar asal koperasi dapat membenahi* diri menjadi di antara pelaku ekonomi (badan usaha) yang kompetitif dikomparasikan pelaku ekonomi lainnya. Tantangan guna menghadapi globalisasi memang berat karena andai koperasi tidak membenahi dalam segala aspek maka bukan tidak barangkali koperasi bakal tergerus serta bakal mematikan perekonomian masyarakat. Selain tersebut membuat koperasi menjadi usaha yang nyaman guna bertransaksi dengan masyarakat pun anggotanya bakal lebih menciptakan koperasi menjadi kompetitif dan tepat guna dalam pelayanannya.


3.2. Saran
               Koperasi seharusnya mesti di jaga supaya tetap berlangsung dengan lancar sebab koperasi disamping tersebut juga merupakan format dari kepandaian ekonomi di indonesia supaya suatu perekonomian di negara ini baik dan sejahtera,  yang mana kopersai tersebut berasaskan kekeluargaan dan gotong royong yangmana cocok dengan pancasila yang yang anda anutnya. Oleh karena itu, koperasi pun sangatlah berperan urgen dalam sebuah perekonomian indonesia ini.                                                                                      




DAFTAR PUSTAKA

Kusnadi, Herman. 2005.  Ekonomi Koperasi untuk Perguruan Tinggi. Edisi Kedua. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Partomo, Tiktik Sartika. 2009.  Ekonomi Koperasi. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Subandi. 2013.  Ekonomi Koperasi : Teori dan Praktik. Edisi Kedua. Bandung: Alfabeta.
Sitio, Arifin dan Halomoan Samba. 2001. Koperasi : Teori dan Praktik. Jakarta: Erlangga.
Fathorrazi. 2013. Ekonomi Koperasi. Jember : Jember Unuiversity Press.
www.depkop.go.id


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »