TANGGUNG JAWAB SOSIAL SUATU BISNIS ( PENGANTAR BISNIS BAB
XIII)
Nama :Rahmat Jatnika
Kelas
: 1EB02
NPM : 24217894
KATA PENGANTAR Puji sukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan yang maha esa, karna karena rahmat serta hidayahnya saya dapat merampungkan pekerjaan pengantar usaha bab XIII yang berjudul “Tanggung jawab social satu bisnis”. Pekerjaan ini diserahkan manfaat penuhi nilai mata kuliah pengantar usaha.
Keinginan saya mudah-mudahan tulisan ini dapat menolong menaikkan pengetahuan serta pengalaman untuk beberapa pembaca, hingga saya bisa melakukan perbaikan bentuk ataupun isi pekerjaan ini serta nantinya bisa tambah baik.
saya mengerti kalau dalam pengaturan tulisan ini jauh dari prima, baik dari sisi pengaturan, bahasan, maupun penulisannya. Oleh karenanya saya menginginkan kritik serta anjuran yang sifatnya membuat, terutama dari dosen mata kuliah pengantar usaha manfaat jadi referensi dalam bekal pengalaman untuk saya untuk tambah baik di masa mendatang.
Jakarta, 4 Oktober 2017
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
Tanggung jawab Sosial Perusahaan/satu usaha atau CSR (Corporate Social Responsibility) bisa didefinisikan jadi bentuk kepedulian perusahaan/satu usaha pada lingkungan eksternal perusahaan/satu usaha lewat beragam aktivitas yang dikerjakan dalam rencana penjagaan lingkungan, etika orang-orang, partisipasi pembangunan, melindungi ketertiban dan beragam bentuk tanggung jawab sosial yang lain.
Terkecuali pengertian di atas masih tetap ada pengertian beda tentang CSR yaitu Prinsip perusahaan dalam pengembangan ekonomi yang berkaitan dalam hubungannya dengan karyawan bersama keluarganya, orang-orang sekitaran serta orang-orang luas biasanya, dengan maksud penambahan kwalitas hidup mereka (WBCSD, 2002).
Juga menurut Commission of The European Communities, 2001, mendeskripsikan CSR jadi kegiatan yang terkait dengan kebijakan-kebijakan perusahaan untuk mengintegrasikan penekanan pada bagian sosial serta lingkungan dalam operasi usaha mereka serta hubungan dengan stakeholder.
CSR (Corporate Social Responsibility) terkait erat dengan “pembangunan berkelanjutan“, dimana ada alasantasi kalau satu perusahaan dalam melakukan aktivitasnya mesti mendasarkan keputusannya tidak semata berdasar pada aspek keuangan, umpamanya keuntungan atau deviden tetapi harus juga berdasar pada konsekwensi sosial serta lingkungan untuk sekarang ini ataupun untuk periode panjang.
TUJUAN PENULISAN
• mengerti klasifikasi segi pendorong tanggung jawab social
• mengerti faedah aplikasi manajemen tujuan kemanusiaan
• mengerti Hubungan pada usaha dengan konsumen
• memahami Hubungan dengan karyawan
• memahami Hubungan antar bisnis
• memahami Hubungan dengan investor
• mengerti Hubungan dengan bebrapa instansi keuangan
• mengerti proses hubungan industrial pancasila (HIP)
• mengerti analisa tentang efek lingkungan (AMDAL)
• mengerti aplikasi prinsip kesehatan serta keselamatan kerja (K3)
• memahami perkebunan Inti Rakyat (PIR)
• memahami sistem Ayah Angkat serta anak angkat
MANFAAT PENULISAN
Member pikiran mengenai tanggung jawab entrepreneur pada orang-orang berkenaan dengan usaha yang di lakukan
BAB II
PEMBAHASAN
1. Bentrokan dengan Kebutuhan Mayarakat
Sistem produksi sering mengakibatkan bentrokan kebutuhan pada orang-orang dengan perusahaan. Hal semacam ini bisa berlangsung pada beragam tingkat perusahaan (besar, menengah ataupun perusahaan besar). Bentrokan ini berlangsung karna perusahaan menyebabkan polusi baik udara, air, limbah, serta yang lain. Klasifikasi segi pendorong dalam menunaikan tanggung jawab sosial, jadi perusahaan dituntut untuk mematuhi norma usaha. Beberapa hal pendorong dikerjakannya norma usaha :
Dorongan dari pihak luar, dari lingkungan orang-orang sering hadapi masalah berbentuk ada cost penambahan yang terkadang cukup besar untuk perusahaan serta dihitung cost penambahan untung-rugi usaha Dorongan dari dalam usaha tersebut, bagian pelaku bisnis yang melibatkan rasa, karsa, karya yang turut mendorong diciptakanya norma usaha yang baik serta jujur. Aplikasi prinsip manejemen terbuka hubungan industrial pancasila, pengendalian kualitas terpadu dengan gugus kendali kualitasnya adalah contoh aplikasi manejemen yang bertujuan hubungan kemanusian.
2. Dorongan Tanggung Jawab Sosial Klasifikasi problem sosial yang mendorong proses tanggung jawab sosial pada suatu usaha seperti berikut :
a. Aplikasi Manajemen Tujuan Kemanusiaan Aktivitas intern yang keluar berbentuk begitu kaku, keras, zakeliyk (saklek), birokratik, serta otoriter. Faedah Aplikasi Manajemen Tujuan Kemanusiaan – Penambahan moral kerja karyawan yang menyebabkan membaikny semangat serta produktivitas kerja. – Ada partisipasi bawahan serta munculnya rasa turut mempunyai hingga terwujud keadaan manajemen Partisipatif – Penurunan tidak hadir karyawan yang dikarenakan kenyamanan kerja jadi hasil hubungan kerja yang mengasyikkan serta baik. – Penambahan kualitas produksi yang disebabkan oleh terjadinya rasa yakin diri karyawan. – Keyakinan customer yang bertambah serta adalah modal basic untuk perubahan setelah itu dari perusahaan.
b. Ekologi serta pergerakan pelestarian lingkungan Ekologi yang mengutamakan pada keseimbangan pada manusia serta alam lingkungannya banyak dipengaruhi oleh sistem produksi.
c. Penghematan energi Pengurasan dengan besar-besaran daya yang datang dari sumber daya alam yg tidak bisa diperbarui seperti batubara, minyak, serta gas sudah banyak berlangsung. Kesadaran bahw sumber daya itu tidak bisa diperbarui sudah mendorong dikerjakannya sistem efisiensi dan mencari pengganti sumber daya itu.
d. Partisipasi pembangunan bangsa Kesadaran orang-orang pelaku bisnis pada suksesnya pembangunan begitu dibutuhkan. Karna dengan terdapatnya kesadaran itu, juga akan menolong pemerintah mengatasi problem pengangguran lewat cara turut melibatkan pemakaian tenaga kerja yang ada.
e. Pergerakan Konsumerisme Awal perubahannya th. 1960-an di negara barat yang berhasil memberlakukan Undang-undang Perlindungan Customer yang mencakup bermacam segi. Maksud dari pergerakan konsumerisasi : – Peroleh perhatian serta aksi riil dari kalangna usaha pada yang dirasakan customer atas praktik bisnisnya. – Proses kiat advertensi/periklanan yang realistic serta mendidik dan tidak menyesatkan orang-orang. – Diadakan panel-panel diskusi pada wkil customer dengan produsen. – Service purna jual yang tambah baik. – Berjalannya sistem public relation (PR) yang lebih mengutamakan pada kenikmatan customer dari pada promosi semata.
3. Norma Bisnis Arti Norma disimpulkan jadi perbuatan standard (standar of conduct) yang memimpin individu dalam buat ketentuan. Norma yaitu satu studi tentang yang benar serta yang salah serta pilihan moral yang dikerjakan oleh seorang. Norma usaha itu mencakup norma dalam berhubungan, yakni :
1. Hubungan dengan konsumen
2. Hubungan dengan produsen lain
3. Iklan pada anak-anak
4. Iklan jasa professional
5. Iklan rokok, minuman yang memabukan
6. Norma serta suppliers
7. Norma pada kompetitor
8. Norma hubungan dengan karyawan
9. Norma hubungan dengan public (Buchori Lama 168-176 : 1988). Beberapa jenis System Perekonomian :
A. Hubungan pada usaha dengan Konsumen Bentuk hubungan pada perusahaan usaha dengan customer yang tersambung dengan baik, hingga terjadi satu keselarasan. Usaha yang berlaku jujur pada customer, serta tidak memakai customer.
B. Hubungan pada usaha dengan Karyawan Bentuk hubungan ini mencakup : penerimaan (recruitmen), latihan (training), promosi, transfer, demosi ataupun pemberhenti (termination). Di mana semuanya bentuk hubungan itu mesti dijalan dengan objektif serta jujur.
C. Hubungan antar bisnis Pemberian info hubungan yang berlangsung di antara perusahhan, baik perusahaan kolega, kompetitor, penyalur, grosir ataupun distributornya.
D. Hubungan pada usaha dengan investor Pemberian info yang benar pada investor ataupun calon investor adalah bentuk hubungan ini. Hingga bisa menghimdari pengambilan ketentuan yang salah. Hubungan dengan bebrapa instansi keuangan.
E. Hubungan pada usaha dengan Instansi Keuangan Jawatan pajak biasanya adalah hubungan yang berbentuk financial, terkait dengan pengaturan neraca keuangan. Proses tanggung jawab social adalah aplikasi serta proses kepedulian usaha pada lingkungan dan ikuti norma usaha. Aplikasi norma usaha yaitu arti dari rencana stakcholder yang berlawan dengan rencana stokholder
4. Bentuk – Bentuk Tanggung Jawab Sosial Satu Bisnis Penjabaran dari kepedulian sosial dari satu usaha berupa proses tanggung jawab sosial usaha. Itu bisa diliat kalau makin tinggi tingkat kepedulian sosial satu usaha jadi makin bertambah juga proses praktik usaha etik dalam orang-orang. Sebagian bentuk proses tanggung jawab sosial yang bisa kita jumpai di indonesia yaitu seperti berikut :
a. Proses Hubungan Industrialis Pancasila (HIP) Perjanjian Kerja Dengan (KKB) adalah bentuk proses yang sudah banyak digerakkan entrepreneur dengan karyawannya serta dituangkan dalam buku. Di mana ditata keharusan serta hak semasing pihak. Beberpa contoh hak karyawan yaitu seperti cuti, tunjangan hari raya, serta baju kerja.
b. Analisa Tentang Efek Lingkungan (AMDAL) Perlakuan limbah industri jadi sisi dari produksi jadi bentuk partisipasi melindungi lingkungan.
c. Aplikasi Prinsip Kesehatan Serta Keselamatan Kerja (k3) Penekanan pada aspek keselamatan pekerja dengan mempergunakan alat-alat yang berperan melindungi keselamatan, seperti topi pengaman, masker pelindung ataupun yang lain.
d. Perkebunan Inti Rakyat (PIR) System perkebunan yang melibatkan perkebunan besar punya negara serta kecil punya orang-orang. Perkebunan besar berperan jadi inti serta motor penggerak perkebunan di mana semuanya bahan bakunya di ambil dari perkebunan kecil di sekelilingnya yang berperan jadi plasma.
e. System Ayah Angkat-Anak Angkat System ini melibatkan entrepreneur besar yang mengangkat entrepreneur kecil/menengah jadi partner kerja yang perlu mereka bina. kadang-kadang hal semacam ini mengakibatkan problem pada entrepreneur besar, oleh karenanya diperlukan kesadaran tinggi dalam pengerjaannya.
KESIMPULAN
Dalam kajian BAB XIII ini penulis bisa menarik rangkuman kalau tanggung jawab social dalam usaha begitu perlu karna dalam melakukan bisnis begitu terkait dengan dunia sekitaran jadi pendapatan satu perusahaan
DAFTAR PUSTAKA
http://zehanwidiastuti.wordpress.com/2012/11/18/bab-13-tanggung-jawab-sosial-suatu-bisnis/
http://zehanwidiastuti.wordpress.com/2012/11/18/bab-13-tanggung-jawab-sosial-suatu-bisnis/
http://nadirawidyawijaya.blogspot.com/2011/11/tanggung-jawab-sosial-suatu-bisnis.html
http://marchtavaissta.wordpress.com/2012/01/10/tanggung-jawab-sosial-suatu-bisnis/