Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Arsip Blog

TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA 2

By On April 22, 2018

KEMISKINAN DI INDONESIA

NAMA                  : RAHMAT JATNIKA
KELAS                 : 1EB02
NPM                     : 24217894
DOSEN                : KARTIKA SUKMAWATI
MATA KULIAH   : PEREKONOMIAN INDONESIA



A. PENGERTIAN KEMISKINAN




Kemiskinan dalam artian konvensional adalah pendapatan (income) dari satu grup orang-orang yang ada di bawah garis kemiskinan. Oleh karenanya sering beragam usaha pengentasan kemiskinan cuma bertujuan pada usaha penambahan pendapatan grup orang-orang miskin. Kemiskinan sering dipahami dalam artian yang begitu simpel yakni jadi kondisi kekurangan uang, rendahnya tingkat pendapatan serta tidak tercukupinya keperluan basic hidup keseharian. Walau sebenarnya, kemiskinan yaitu problem yang begitu kompleks, baik dari aspek penyebabnya ataupun efek yang ditimbulkannya.

Kemiskinan bisa dibedakan jadi 3 (tiga) pengertian, yaitu : kemiskinan absolut, kemiskinan relatif serta kemiskinan kultural. Seorang termasuk juga kelompok miskin absolut jika hasil pendapatannya ada dibawah garis kemiskinan, kurang untuk penuhi keperluan hidup minimal, seperti : pangan, sandang, kesehatan, papan, pendidikan. Seorang termasuk miskin relatif jika seorang itu sesungguhnya sudah hidup diatas garis kemiskinan tetapi masih tetap ada dibawah kekuatan orang-orang sekelilingnya. Sedang seorang termasuk miskin kultural jika seorang atau sekumpulan orang-orang itu mempunyai sikap tidak ingin berupaya melakukan perbaikan tingkat kehidupannya meskipun ada usaha dari pihak beda yang membantunya.
Mengenai pendekatan yang dipakai untuk memprediksi masyarakat miskin yang dikerjakan oleh BPS (Tubuh Pusat Statistik) bisa dibagi jadi 2 (dua), yakni : (1) Pendekatan Lokasi serta (2) Pendekatan Tempat tinggal Tangga. Keterangan dari ke-2 pendekatan itu yaitu seperti berikut :

a.Pendekatan lokasi, adalah pendekatan untuk memprediksi masyarakat miskin lewat kantong-kantong kemiskinan yang berbentuk desa miskin (desa ketinggalan). Dengan makro, pendekatan lokasi dikerjakan berdasar pada anggapan kalau masyarakat miskin bisa diidentifikasi lewat sarana (infrastruktur), keadaan jalan, akses pada alat transportasi, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan keadaan sosial ekonomi yang mensupport kehidupan orang-orang di lokasi yang dilihat. Jika infrastruktur lokasi itu termasuk berkwalitas rendah, jadi besar peluangnya tingkat kehidupan orang-orang yang tinggal di lokasi itu termasuk rendah. Satu desa yang memiliki infrastruktur kurang mencukupi diasumsikan jadi desa kantong kemiskinan.

b.Pendekatan rumah tangga, yaitu pendekatan yang merujuk pada ketakmampuan rumah tangga dalam penuhi keperluan minimal hidupnya. Perhitungan jumlah masyarakat miskin dengan pendekatan rumah tangga pada prinsipnya yaitu mengukur ketakmampuan rumah tangga dalam penuhi keperluan pangan serta non-pangan yang paling minimum.

Data basic yang dipakai untuk lakukan penghitungan yaitu data yang bersumber dari hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) modul mengkonsumsi. Survey ini dikerjakan tiap-tiap th. oleh Biro Pusat Statistik (BPS). Dalam tiap-tiap survey ada 2 (dua) grup pertanyaan, yakni : Kor serta Modul. Data Kor meliputi variabel demografi serta partisipasi sekolah anggota rumah tangga, serta senantiasa dihimpun tiap-tiap th.. Sedang Data Modul dibagi atas 3 (tiga) grup, yakni : (1) Mengkonsumsi pengeluaran rumahtangga, (2) Kriminalitas, perjalanan, sosial budaya, serta kesejahteraan orang-orang. (3) Pendidikan, kesehatan, serta perumahan.

Penghitungan jumlah masyarakat miskin didasarkan pada data Susenas Modul Mengkonsumsi. Persyaratan yang dipakai dalam pengukuran batas kemiskinan yaitu ketakmampuan masyarakat dalam penuhi keperluan minimal pangan sama dengan 2. 100 kalori per kapita /hari ditambah keperluan minimal non-pangan.

The World Bank

PESAN UTAMA

• Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat sudah menolong kurangi kemiskinan, serta tingkat kemiskinan turun dari 24% pada th. 1999 jadi 11, 4% pada 2013. Namun tingkat penurunan kemiskinan melambat.

• Lebih dari 65 juta masyarakat hidup sedikit diatas garis kemiskinan serta begitu rawan jatuh miskin.

• Pemerintah Indonesia memakai pendekatan holistik untuk mengentaskan kemiskinan yang meliputi pertolongan sosial, pemberdayaan orang-orang, serta tingkatkan matapencaharian.

Keadaan kemiskinan di Indonesia

Perkembangan ekonomi Indonesia yang kuat sudah menolong turunkan kemiskinan, namun tingkat penurunan melambat. Sembuhnya perkembangan ekonomi saat krisis finansial Asia pada th. 1997-1998 sudah membawa pergeseran tenaga kerja dari bidang pertanian ke layanan, dan terwujudnya lapangan kerja di kota-kota. Trend ini sudah berperan pada menyusutnya kemsikinan dari 24% pada 1999 jadi 11, 4% pada wal 2013. Tetapi, tingkat penurunan kemiskinan mulai melambat. Pada th. 2012 serta 2013, kemiskinan turun cuma sebesar 0, 5% setiap th. – paling kecil dalam dekade terahir.

Banyak masyarakat hidup sedikit diatas garis kemiskinan serta rawan jatuh miskin. Banyak masyarakat Indonesia yang sukses keluar dari kemiskinan masih tetap hidup sedikit diatas garis kemiskinan. Pada th. 2013, sekitaran 28 juta masyarakat hidup dibawah Rp 293. 000 per bln.. Diluar itu, 68 juta masyarakat hidup sedikit diatas angka itu. Peristiwa kecil dapat dengan gampang buat mereka jatuh miskin, serta memanglah banyak keluarga keluar-masuk dari perangkap kemiskinan. Berdasar pada data th. 2010, nyaris 1/2 masyarakat miskin tidak miskin pada th. terlebih dulu. Seperempat masyarakat Indonesia alami kemiskinan paling tidak 1 kali dalam tiga tahun.

Support Bank Dunia dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia

Bank Dunia selalu bekerja bersama dengan Pemerintah Indonesia dalam usaha mengentaskan kemiskinan. Penelitian tentang kemiskinan serta pengentasan kemiskinan meliputi banyak bagian, seperti trend kemiskinan, pertolongan sosial, jaminan sosial, program berbasiskan orang-orang, dan penciptaan lapangan kerja yang semakin banyak serta tambah baik. Himpunan riset itu berperan jadi basic memberi referensi kebijakan dan support beda dari Bank Dunia pada Pemerintah Indonesia. Bank Dunia juga memberi support tehnis untuk mengaplikasikan program-program pemerintah. Umpamanya, PNPM Dukungan Facility memberi support analitis serta implementasi untuk Program Nasional Pemberdayaan Orang-orang.

B. PENYEBAB KEMISKINAN DI INDONESIA


1. Efek problem kependudukan

Kemiskinan juga akan menyebabkan efek kependudukan, yakni ketidakmerataan persebaran masyarakat, karna beberapa orang yang datang ke kota-kota besar (urbanisasi) sekedar untuk mengadu nasib. Hal semacam ini juga akan menyebabkan kesenjangan pembangunan fasilitas prasarana serta keperluan umum. Kesenjangan pembangunan ditambah dengan minimnya.kurang tersedianya lapangan pekerjaan sedang angkatan kerja yang jumlahnya meledak juga akan menyebabkan banyak pengangguran, baik pengangguran terselubung mupun pengangguran terbuka.

2. Efek problem ekonomi

Indonesia yaitu negeri yang kaya sumber daya alam serta potensi sumber daya manusia yang tinggi. Tetapi begitu disayangkan, kemiskinan jadikan Masyarakat tidak mempunyai kemampuan dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. Hal semacam ini diperlihatkan dengan lemahnya tingkat mengkonsumsi orang-orang Indonesia pada beragam product. Permodalan dalam bagian produksi juga masih tetap kurang, hingga perusahaan tidak bisa berkembang dengan maksimal. Problem transportasi yang susah dijangkau karna minimnya kekuatan orang-orang untuk membuat fasilitas transportasi yang ideal serta bisa dijangkau semua kelompok juga menghalangi perekonomian Indonesia.. Hal semacam ini begitu disayangkan karenasebenarnya Indonesia mempunyai potensi yang besar.

3. Efek problem lingkungan

Problem lingkungan berlangsung waktu orang-orang tidak dapat sediakan lingkungan hidup yang ideal untuk diri serta keluarganya. Lingkungan hidup yg tidak mencukupi meneror ketenteraman serta kesejahteraan karna berlangsung ketidak seimbangan manusia dengan lingkungan sebagai tempat hidupnya. Efek problem lingkungan yang beda yaitu keterbelakangan pembangunan, kebodohan, banjir, pencemaran lingkungan, den tingkat kesehatan orang-orang yang rendah karna lingkungan yang kurang mensupport karena kemiskinan.

4. Efek problem pendidikan

Problem pendidikan di Indonesia juga berkaitan dengan kemiskinan. Banyak anak-anak yg tidak dapat melanjutkan pendidikan ke tahap yang lebih tinggi karna dibelenggu kemiskinan, seringkali anak-anak Indonesia bahkan juga tidak sempat rasakan bangku pendidikan. Pemerintah memanglah membebaskan cost SPP pada pendidikan tingkat Sekolah Basic sampai Sekolah Menengah Atas, tetapi tidak pada cost buku, seragam, serta cost transportasi maupun pertolongan cost hidup sepanjang bersekolah. Pendidikan dengan luas adalah basic pembentukan kepribadian, perkembangan pengetahuan, tehnologi, serta perkembangan kehidupan sosial biasanya. Efek kemiskinan pada problem pendidikan begitu merugikan karna sudah menyingkirkan perlunya pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

5. Efek problem sosial

Kemiskinan menyebabkan beragam efek sosial yang cukup menggelisahkan. Sebagian salah satunya yaitu meningkatnya kriminalitas, masalah bunuh diri, masalah pembunuhan, serta perseteruan sosial. Orang yang miskin serta memerlukan penyelesaian atas problemnya juga akan menghalalkan semua langkah supaya diri serta keluarganya bisa bertahan hidup, termasuk juga dengan mengambil, merampok, bahkan juga hingga membunuh orang yang lain. Bila ia tidak bisa penuhi keperluan hidupnya, serta putus harapan karna belenggu kemiskinan, serta hutang pada orang yang lain serta tidak dapat untuk mengembalikannya, tidak tutup peluang untuk alami depresi serta bunuh diri. Kemiskinan juga menyebabkan arus urbanisasi yang begitu deras. Beberapa orang miskin pergi ke kota besar untuk mengadu nasib dengan kekuatan yang begitu terbatas, serta pada akhirnya kalah berkompetisi dengan orang yang lain. Hal semacam ini juga akan jadi parah tingkat pengangguran. Serta yang paling akhir, munculnya perseteruan sosial dikarenakan oleh beberapa orang yang terasa tidak senang serta kecewa atas kemiskinan yang saat ini meluas di desa ataupun kota di Indonesia.

C. PROGRAM YANG DILAKUKAN PEMERINTAH UNTUK MENGATASI KEMISKINAN DI INDONESIA


Kemiskinan di Indonesia – Kemiskinan masih tetap jadi satu diantara problem serius yang dihadapi oleh pemerintah. Tubuh Pusat Statistik mencatat kalau sepanjang th. 2016, masih tetap ada masyarakat miskin sejumlah 10, 86% di Indonesia yang menyebar di kota serta desa. Kemiskinan jadi masalah yang perlu dicarikan pemecahannya karna jika dilewatkan saja jadi juga akan berisiko mengganggu serta menghalangi pembangunan negara. Problem Kemiskinan di Indonesia adalah problem yang cukup komplek, karna mengakar pada beragam sendi kehidupan yang menyebar dalam beragam lokasi dengan sebab serta latar belakang yang berbeda.

Kemiskinan yang ada pada orang-orang di pengaruhi banyaknya aspek, seperti lajunya tingkat perkembangan masyarakat, rendahnya angkatan kerja, rendahnya tingkat pendidikan, minimnya perhatian pemerintah, tidak meratanya distribusi SDA ataupun SDM di beberapa daerah. Kemiskinan di Indonesia selalu jadi kronis bila aspek penyebabnya itu tidak selekasnya diatasi. Ada beragam efek jelek yang diakibatkan atas fenomena kemiskinan itu, diantaranya makin tingginya jumlah pengangguran, makin tingginya tingkat kriminalitas, banyak anak putus sekolah, banyak orang-orang alami sakit, dsb.

Kemiskinan pasti jadi problem nasional yang perlu diatasi dengan serius oleh pemerintah. Tersebut cara-cara menangani problem kemiskinan di Indonesia yang butuh pemerintah kerjakan untuk melakukan perbaikan kwalitas kehidupan orang-orangnya.

Kemiskinan adalah problem yang kompleks di negara Indonesia, karenanya terdapat banyak jalan keluar untuk menangani tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia, salah satunya :

1. Membuat serta memperluas lapangan pekerjaan

Hal semacam ini dikerjakan untuk meminimalkan tingginya angka pengangguran di Indonesia. Seperti kita kenali, problem pengangguran adalah satu diantara segi penyebabnya semakin meningkatnya angka kemiskinan di Indonesia. Pemerintah seyogyanya merajut jalinan dengan bidang swasta untuk mengatasi hal semacam ini, agar lapangan pekerjaan bisa menyerap semakin banyak tenaga kerja, hingga angka pengangguran di Indonesia alami penurunan.

2. Tingkatkan akses orang-orang miskin pada service dasar

Service basic ini mencakup pendidikan, kesehatan, serta prasarana basic. Pendidikan adalah satu diantara segi perlu agar seorang bisa tingkatkan derajat hidupnya. Pemberian pertolongan kemudahan cost pendidikan bisa kurangi tingginya angka kemiskinan di Indonesia. Misalnya pengadaan BOS (Cost Operasional Sekolah), pemberian beasiswa untuk siswa miskin serta berprestasi, dan program harus belajar 9 atau 12 th., di mana anak-anak pada rentang umur harus belajar itu mesti memperoleh pendidikan yang layak tanpa ada melihat latar belakang ekonomi keluarganya.

Dalam bagian kesehatan, jalan keluar yang bisa dikerjakan untuk kurangi angka kemiskinan yakni dengan pemberian pertolongan seperti Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Orang-orang), Askeskin, serta beda sebagainya yang bisa memperingan cost penyembuhan orang-orang miskin. Dalam hal semacam ini peranan tubuh atau bebrapa instansi kesehatan seperti rumah sakit sangat diperlukan. Pada intinya pekerjaan serta keharusan mereka yaitu untuk memberi service kesehatan untuk orang-orang, tidak cuma untuk mencari keuntungan semata. Oleh karenanya, pusat kesehatan seperti rumah sakit mesti berikan service kesehatan untuk semua orang-orang dari beragam susunan, termasuk juga orang-orang miskin. Dalam bagian prasarana basic, umpamanya yaitu tempat tinggal atau pemukiman. Banyak pemukiman kumuh memberikan tingginya angka kemiskinan. Pemberian pemukiman yang layak bisa jadi jalan keluar untuk turunkan tingkat kemiskinan.

3. Memberi kursus wiraswasta untuk orang-orang

Hal semacam ini perlu dikerjakan agar orang-orang bisa membuat lapangan pekerjaannya sendiri. Diluar itu, pemberian dana pertolongan dari pemerintah pada entrepreneur kecil sangat dibutuhkan untuk meningkatkan usaha mereka. Dalam hal semacam ini bisa dikerjakan dengan program UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Jika usaha kecil itu berkembang, jadi akan membuat lapangan pekerjaan yang makin luas serta menyerap tenaga kerja yang makin banyak, hal tersebut pasti bisa kurangi angka kemiskinan.

4. Pemberian BLT (Pertolongan Segera Tunai) pada orang-orang miskin

Usaha ini harus juga lebih dikoreksi serta disempurnakan pelaksanannya agar pas tujuan.

5. Menggerakan UMKM

Menggerakan bidang real lewat bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan program Credit Usaha Rakyat (KUR) serta Program Nasional Pemberdayaan Orang-orang (PNPM). Program ini begitu efisien dalam menangani amsalah kemiskinan di Indonesia.

6. Buka lapangan kerja yang seluas-luasnya

Buka lapangan kerja yang seluas-luasnya untuk kurangi jumlah pengangguran, jadi satu diantara aspek penyebabnya kemiskinan di Indonesia.

7. Memberantas Korupsi

Menghapuskan aksi korupsi yang buat beragam service untuk orang-orang terhalang hingga buat orang-orang tidak dapat terima haknya jadi warna negara. Mengakibatkan, kemiskinan di Indonesia makin berkembang.

8. Tingkatkan program zakat

Tingkatkan program zakat yang juga akan menolong menumbuhkan pemerataan kesejahteraan sekalian menangani kemiskinan di Indonesia didalam orang-orang. Hingga bisa menghindar kesenjangan sosial serta tingkat kekayaan.

9. Melindungi kestabila harga

Melindungi stabilitas harga keperluan pokok supaya orang-orang mempunyai kekuatan atau mempunyai daya beli untuk penuhi keperluan setiap harinya.

10. Sediakan beasiswa untuk siswa miskin

Sediakan beasiswa untuk siswa miskin pada semuanya tahap pendidikan, dari mulai SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, sampai perguruan tinggi. Juga jadi satu diantara jalan keluar menangani kemiskinan di Indonesia.

11. Memberi service referensi untuk keluarga miskin

Memberi service referensi untuk keluarga miskin dengan gratis, tanpa ada cost apapun. Langkah menangani kemiskinan di Indonesia di bagian kesehatan ini berbentuk ada kartu jamkesmas.

12. Membangun Balai Latihan Kerja

Membangun Balai Latihan Kerja (BLK) untuk orang-orang tidak dapat supaya mempunyai bekal dalam terjun ke dunia kerja. Langkah menangani kemiskinan di Indoensia ini begitu ampuh diberdayakan di semua pelosok Indonesia.

13. Memberi subsidi atau pertolongan pada orang-orang tidak mampu.

Memberi subsidi atau pertolongan pada orang-orang tidak dapat, seperti Pertolongan Segera Tunai (BLT), subsidi BBM, penyembuhan gratis, dsb. Tetapi, dalam pemberian pertolongan ini baiknya memerhatikan keadaan orang-orang serta diberi dengan bijak. Jangan pernah langkah menangani kemiskinan di Indonesia ini jadi juga akan buat orang-orang jadi malas bekerja. Serta menggantungkan diri pada pertolongan pemerintah itu.

14. Memberi dana alokasi umum

Memberi dana alokasi umum (DAU) supaya pemerintah daerah bisa menolong mengentaskan kemiskinan di Indonesia pada umumnya.

15. Menggalakan program transmigrasi

Lakukan reformasi tanah untuk rakyat dengan menggalakkan program transmigrasi. Supaya orang-orang mempunyai tanah yang dibuat dengan mandiri untuk tingkatkan perekonomian keluarga.

D. DAMPAK DARI PROGRAM PEMERINTAH DALAM MENGATASI KEMISKINAN DI INDONESIA


Sikap skeptis beragam kelompok pada implikasi kebijakan didasarkan pada pemahaman Dye (1981) serta sebagian pakar yang mempertanyakan kenapa pemerintah tidak paham kebijakan yang di buat. Menurut Dye (1981), ada beberapa persoalan yang dihadapi dalam studi pelajari kebijakan, yang terakhir digambarkan jadi uji cobatasi kebijakan : 

(1) Pemilihan apa tujuan yang juga akan diraih oleh program. Siapa grup tujuan serta apa dampak yang diinginkan? Pemerintah sering menginginkan tujuan yang bertentangan untuk memuaskan beragam grup sekalian. Saat tak ada perjanjian tentang tujuan program serta kebijakan, jadi studi pelajari kebijakan juga akan diperhadapkan pada perseteruan kebutuhan yang besar ;

 (2) Beberapa program serta kebijakan lebih mempunyai nilai simbolis. Program serta kebijakan itu tidak dengan aktual mengubah keadaan grup tujuan, tetapi hanya jadikan grup itu terasa kalau pemerintah “memperhatikan” ; 

(3) Agen pemerintah mempunyai kebutuhan tetaplah yang kuat dalam “mencoba” apakah program membawa efek positif. Administrator sering lakukan percobaan untuk mengevaluasi efek program yang di buat seperti coba membatasi atau mengakibatkan kerusakan programnya atau mempertanyakan kompetensi administrator ; 

(4) Agen pemerintah umumnya mempunyai investasi besar – organisasi, finansial, fisikal, serta psikologikal – pada program serta kebijakan yang tengah ditangani ;

 (5) Beberapa studi empiris tentang efek kebijakan yang ditangani oleh agen pemerintah meliputi beberapa gangguan pada aktivitas program yang tengah jalan ;

(6) Pelajari program membutuhkan pembiayaan, sarana, saat, serta pegawai yang mana agen pemerintah tidak mau berkorban dari program yang telah jalan. Studi efek kebijakan, seperti beberapa riset, memerlukan uang untuk membiayai. Studi itu tidak bisa dikerjakan dengan baik, cuma seperti aktivitas ekstrakurikuler atau paruh saat. Penyiapan sumber daya untuk studi itu bermakna pengorbanan sumber daya program yang tidak mau dikerjakan oleh administrator.

Terkecuali sikap skeptis diatas, administrator pemerintah serta pendukung progam pikirkan beragam langkah untuk memberi argumen kenapa temuan negatif efek kebijakan mesti tidak diterima. Demikian halnya saat hadapi kenyataan empiris kalau program yang diunggulkan tidak bermanfaat atau kontra-produktif, pihak itu menyebutkan :
 (1) dampak program itu berbentuk periode panjang serta tidak bisa diukur ketika saat ini ;
 (2) dampak program itu menebar serta berbentuk umum, tak ada keriteria tunggal atau keselarasan indeks untuk mengukur apa yang diraih ; 
(3) dampak progam tidak terang serta tidak bisa diidentifikasi dengan ukuran kasar atau statistic ; 
(4) kenyataan yang diketemukan tentang tidak ada ketidaksamaan orang yang penerima service serta orang yg tidak terima bermakna kalau progam itu tidak intensif serta memberikan indikasi pentingnya semakin banyak keluarkan sumber daya program itu ; 
(5) kegagalan mengidentifikasi beberapa sejumlah dampak positif satu program bisa menandai ketidaksesuain atau bias dalam peneltian, bukanlah pada program.

Berdasar pada uraian diatas, bisa dinyatakan kalau sikap skeptis teoritis serta praktis sesuai sama itu tidak seutuhnya bisa di terima, karna kenyataan yang diketemukan di lapangan malah “berbeda”. Ketidaksamaan serta bukti riil bisa dipahami berdasar pada efek kebijakan umum dengan toeri serta beberapa praktik di bawah ini.

Efek kebijakan yaitu keseluruhnya dampak yang diakibatkan oleh satu kebijakan dalam keadaan kehidupan riil (Dye, 1981). Menurut Anderson (1984), semuanya bentuk faedah serta cost kebijakan, baik yang segera ataupun mendatang, mesti diukur berbentuk dampak simbolis atau dampak riil. Output kebijakan yaitu beragam hal yang dikerjakan pemerintah. Aktivitas ini diukur dengan standard spesifik. Angka yang tampak cuma memberi sedikit info tentang outcome atau efek kebijakan public, karna untuk memastikan outcome kebijakan umum butuh di perhatikan perubahan yang berlangsung dalam lingkungan atau system politik yang dikarenakan oleh tindakan politik. Pengetahuan tentang jumlah dana perkapita yang dipakai untuk siswa dalam system persekolahan atau untuk masalah yang lain, tidak bisa memberi info tentang dampak persekolahan pada kekuatan kongnitif, afektif, serta psikomitik siswa. Menurut beberapa pakar (Dye, 1981 ; Anderson, 1984), ada beberapa efek kebijakan yang butuh di perhatikan didalam pelajari kebijakan, yaitu :
Efek kebijakan pada kondisi atau grup tujuan. Objek yang disebut jadi tujuan kebijakan mesti terang. Umpamanya orang-orang miskin (berdasar pada keriteria spesifik), beberapa entrepreneur kecil, grup anak-anak sekolah yang termarjinalkan, atau siapapun sebagai tujuan. Dampak yang dituju oleh kebijakan harus juga ditetapkan. Bila beragam gabungan tujuan itu jadikan konsentrasi masa analisisnya jadi lebih rumit karna prioritas mesti diberi pada beragam dampak yang disebut. Selain itu, butuh dipahami kalau kebijakan peluang membawa konsekwensi yang dikehendaki atau tidak dikehendaki. Kenyataannya : Implikasi atau efek kebijakan beragam program penanggulangan kemiskinan (Program Pengembangan Kecamatan, Kemitraan Untuk Pengembangan Ekonomi Lokal, CERD, P2KP, Program Pengembangan Prasarana Perdesaan, dsb) dengan tujuan orang miskin di beberapa lokasi Indonesia, adalah satu diantara bukti riil. Implikasi kebijakannya tampak umpamanya lewat usaha program itu didalam meningkatkan aktivitas ekonomi produktif, keringanan akses orang-orang pada akses pendanaan-informasi-pasar-jaringan, keringanan akses pada penambahan kwalitas serta jumlah service umum, keringanan pada penyediaan hak-hak basic orang-orang miskin, penambahan kwalitas hidup orang-orang yang bisa diliat dari penyediaan sarana sosial, prasarana da fasilitas, pendidikan, aspek lingkungan, perwakilan (hak) politik, serta keperluan yang lain.

Efek kebijakan pada kondisi atau grup beda terkecuali kondisi atau grup tujuan. Hal semacam ini dimaksud dampak eksternalitas atau spillover, karna jumlah beberapa outcome kebijakan umum begitu bermakna dipahami dengan arti eksternalitas. Kenyataannya : efek kebijakan penanggulangan kemiskinan lewat sebagian program (Program Pengembangan Kecamatan, Kemitraan Untuk Pengembangan Ekonomi Lokal, CERD, P2KP, Program Pengembangan Prasarana Perdesaan, dsb), sudah melibatkan dengan segera serta tidak segera beragam pihak, termasuk juga pemerintah, entrepreneur, aparat pemerintah daerah, tokoh-tokoh orang-orang, guru, penyuluh kesehatan, konsultan, kontraktor serta sebagainya
Efek kebijakan pada keadaan saat ini serta keadaan masa mendatang. Kenyataannya : Efek kebijakan penanggulangan kemiskinan lewat sebagian program seperti tertulis diatas, sudah memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan serta kemandirian orang-orang miskin terutama serta orang-orang biasanya. Bahkan juga bisa disebutkan kalau efek positif kebijakan itu meneguhkan hasrat orang-orang dalam merespon ide otonomi daerah yang baru diawali pengerjaannya mulai sejak th. 1999 (Undang-undang Nomor 22 Th. 1999 mengenai Pemerintahan Daerah, Undang Undang-undang Nomor 25 Th. 1999 mengenai Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat serta Daerah, yang lalu ditukar dengan Undang-undang Nomor 32 Th. 2004 serta Undang-undang Nomor 33 Th. 2004).

Cost segera kebijakan, berbentuk sumber dana serta dana yang dipakai dalam program. Kenyataannya : Beragam instansi donor (nasional serta internasional) sudah mewujudkan programnya. Hal semacam ini logis serta searah dengan sebagian perjanjian dalam program penanggulangan kemiskinan yang dibiayai oleh beragam pihak seperti World Bank, UNDP, ADB, JICA, pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah.

Cost tidak segera kebijakan, yang meliputi kehilangan kesempatan lakukan beberapa aktivitas yang lain. Cost itu seringkali tidak dihitung dalam lakukan pelajari kebiajakan umum karna beberapa tidak bisa dikuantifikasi. Kenyataannya : tidak dapat disangkal kalau program yang digerakkan juga akan melibatkan beragam pihak yang dengan keterlibatannya menghambat lakukan aktivitas beda, umpamanya anak serta anggota keluarga dari orang-orang miskin yang dulunya ikut menolong aktivitas orangtua, mesti ada di bangku sekolah untuk belajar pada pukul spesifik. Hal semacam ini bermakna peluang menolong orang tuanya bekerja jadi hilang atau menyusut.
Sudah pasti, juga susah mengukur faedah tidak segera dari kebijakan pada komune. Kenyataannya : Hal semacam ini sebenarnya bisa diliat dari efek simbolis kebijakan, umpamanya di bagian pendidikan tampak dari perubahan sikap serta tingkah laku orang-orang untuk sadar juga akan makna perlu pendidikan atau di bagian kesehatan lewat sikap serta tingkah laku sehat yang diperlihatkan dalam kehidupan keseharian.

Dengan teoritis, efek kebijakan tidak sama juga dengan output kebijakan. Karenanya menurut Dye (1981), perlu tidak untuk mengukur faedah berbentuk kesibukan pemerintah semata. Hal semacam ini butuh diamati karna yang sering tampak yaitu pengukuran kesibukan pemerintah semata-mengukur output kebijakan. Dalam menerangkan determinan kebijakan umum, ukuran output kebijakan umum begitu perlu untuk di perhatikan. Tetapi, dalam menilainya efek kebijakan umum, butuh diketemukan jati diri perubahan dalam lingkungan yang berkaitan dengan usaha mengukur kesibukan pemerintah.

Aktivitas analisa efek ekonomi internal kebijakan yang satu diantaranya diseponsori oleh World Bank, yang tengah berjalan sekarang ini adalah bukti riil serta jawaban atas sikap skeptis itu. Karenanya, semua jenis dampak yang disebut konsekwensi dari satu kebijakan, baik simbolis ataupun material, pada satu atau kelompok-kelompok tujuan adalah esensi yang mencirikan efek kebijakan. Hal semacam ini sesuai sama pendapat Anderson (1984) kalau pelajari kebijakan yaitu aktivitas yang mempunyai tujuan untuk menilainya faedah kebijakan. Pelajari kebijakan adalah aktivitas yang menyangkut estimasi serta penilaian kebijakan yang meliputi substansi, implementasi, efek.

Butuh diamati dua hukum Profesor James Q. Wilson (1973), untuk menangani semuanya masalah riset efek kebijakan dalam ilmu dan pengetahuan sosial. Hukum Wilson Pertama yaitu, semuanya intervensi kebijakan dalam persoalan sosial hasilkan dampak yang diinginkan – seumpamanya riset dikerjakan oleh orang atau rekan yang mengimplementasikan kebijakan itu. HukumWilson Ke-2 yaitu, tak ada intervensi kebijakan dalam persoalan sosial hasilkan dampak yang diinginkan – seumpamanya riset dikerjakan oleh pihak ke-3 yang berdiri sendiri, semakin khusus sekali lagi oleh pihak yang skeptis pada kebijakan itu. Untuk penulis, manajemen pada analisa efek kebijakan umum yang disponsori oleh pihak-pihak spesifik, sudah pasti memposisikan diri jadi penganjur hukum umum pertama James Q. Wilson.

Seperti di ketahui pertolongan program penanggulangan kemiskinan memiliki efek positif serta efek negatif untuk kehidupan orang-orang, di bawah ini di jabarkan efek penanggulangan kemiskinan :

1. Efek positif

Berdasar pada sepanjang berlangsungnya riset ini, tersebut penulis menyimpulkan sebagian point terkait dengan efek positif yang muncul dari pertolongan program penanggulangan kemiskinan.
a. Bisa menghimpit beban pengeluaran orang-orang miskin
b. Bisa memenuhi keperluan orang-orang miskin kurun waktu singkat Bisa memperluas peluang orang-orang miskin atas pendidikan, kesehatan serta pelebaran peluang dalam berusaha
c. Bisa mengatasi persoalan kurang gizi serta kurang pangan
d. Bisa meningkatnya pendapatan serta peluang berupaya grup orang-orang miskin, termasuk juga meningkatnya peluang orang-orang miskin pada permodalan, pertolongan tehnis, serta beragam fasilitas serta prasarana produksi.

 2.Efek negatif

Berdasar pada riset, di bawah ini penulis menyimpulkan sebagian point terkait dengan efek negatif yang timbul
dari pertolongan program penanggulangan kemiskinan.
a. Bisa menimbulkannya rasa kecemburuan sosial antar orang-orang miskin dengan yg tidak memperoleh bantuan
b. Bisa jadikan orang-orang senantiasa berangan-angan dengan terdapatnya pertolongan program penanggulangan kemiskinan
c. Tiddak berbentuk mendidik
d. Bisa turunkan semangat dalam bekerja karna senantiasa juga akan memperoleh pertolongan lagi
e. Banyak masyarakat yang memperoleh pertolongan program penanggulangan kemiskinan memakai pertolongan itu jadi mengkonsumsi bukanlah untuk investasi. Hal semacam ini seringkali berlangsung pada program pertolongan KUR (credit usaha rakyat).

E. KESUKSESAN KURANGI ANGKA KEMISKINAN


Presiden Jokowi mulai sejak awal menjabat telah mengajak orang-orang untuk merubah gaya hidup konsumtif jadi produktif. Dalam banyak peluang Presiden selalu mengajak orang-orang untuk merubah gaya hidup. Hal semacam ini juga yang memicu kebijakan mencabut subsidi BBM yang disebutkan Presiden adalah subsidi yang berbentuk konsumtif serta semakin banyak di nikmati orang-orang menengah ke atas. Masalah merubah gaya hidup konsumtif jadi produktif benar-benar sangat erat hubungannya dengan usaha pemerintah untuk mensejahterakan orang-orang.

Butuh dipahami kalau masalah kemiskinan bukanlah sebatas jumlah serta persentase masyarakat miskin. Akar penyebabnya kemiskinan berkaitan banyak aspek yang salah nya ialah gaya hidup konsumtif itu. Dimensi beda yang butuh di perhatikan dalam lihat masalah kemiskinan yaitu tingkat kedalaman serta keparahan kemiskinan. Kebijakan serta usaha pemerintah untuk kurangi angka kemiskinan juga meliputi usaha untuk kurangi tingkat kedalaman serta keparahan kemiskinan itu. Berarti usaha itu dikerjakan untuk menangani akar permasalahannya.

Tanda-tanda yang perlu yaitu indeks kedalaman kemiskinan, yakni tanda-tanda rata-rata pengeluaran masyarakat miskin (mesti relatif menjauhi garis kemiskinan). Sedang indeks keparahan kemiskinan memberikan indikasi ketimpangan pengeluaran diantara masyarakat miskin. Indeks kedalaman serta keparahan kemiskinan di desa sekarang ini masih tetap lebih jelek dibanding dengan masyarakat di kota. Pemicunya diantaranya karna pada masa pemerintahan di waktu dulu, pembangunan masih tetap relatif begitu bertujuan ke kota.

Presiden Jokowi mengubah lewat butir ke-2 Nawacita, yakni membuat Indonesia dari pinggir serta desa-desa. Tujuan pembangunan juga tak akan Jawa Sentris di masa pemerintahan Jokowi. Presiden berulang-kali menyebutkan kalau saat ini pembangunan mesti bertujuan Indonesia Sentris. Sekarang ini usaha pemerintah mulai membawa hasil. Menurut data BPS, pada Maret 2016 jumlah masyarakat miskin atau masyarakat dengan pengeluaran per kapita per bln. dibawah garis kemiskinan sekitaran 28 juta orang (10, 86%). Menyusut sebesar 580 ribu orang dibanding dengan jumlah pada September 2015 yang menjangkau 11, 13%.

Persentase masyarakat miskin di daerah perkotaan turun jadi 7, 79% pada Maret 2016. Terlebih dulu pada September 2015 masih tetap sebesar 8, 22%. Sesaat persentase masyarakat miskin di daerah pedesaan dari 14, 11% padaSeptember 2015 jadi 14, 09% pada Maret 2016. Di bagian beda, peran komoditi makanan pada garis kemiskinan juga semakin besar dibanding peran komoditi bukanlah makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, serta kesehatan. Sumbangan komoditi makanan pada garis kemiskinan pada Maret 2016 terdaftar sebesar 73, 50%. Keadaan ini tidak jauh berlainan dengan keadaanSeptember 2015 yakni sebesar 73, 07%.

Menurut data BPS sepanjang periode September 2015–Maret 2016, jumlah masyarakat miskin di daerah perkotaan turun dari 10, 62 juta orang pada September 2015 jadi 10, 34 juta orang pada Maret 2016. Sesaat untuk daerah pedesaan turun dari 17, 89 juta orang pada September 2015 jadi 17, 67 juta orang pada Maret 2016. Penurunan di daerah pedesaan masih tetap lebih rendah dibanding dengan penurunan kemiskinan di daerah perkotaan. Rotasi uang di desa juga tambah lebih kecil dibanding di kota. Terlebih semuanya uang di desa juga senantiasa segera bergerak ke kota.

Jadi sisi perlu untuk selalu kurangi rakyat miskin, perlu untuk dijaga harga-harga type komoditi makanan yang punya pengaruh besar pada nilai garis kemiskinan di perkotaan ataupun di perdesaan. Komoditas itu diantaranya beras, telur ayam ras, gula pasir, mie instan, bawang merah, rokok kretek (filter) serta roti. Sedang untuk komoditi bukanlah makanan yang paling besar pengaruhnya pada kemiskinan yaitu cost perumahan, listrik, bensin, pendidikan, serta peralatan rumah tangga. Dibutuhkan juga partisipasi orang-orang untuk ikut berjuang kurangi kemiskinan, satu diantara langkah yang perlu dikerjakan yaitu merubah alur konsumtif jadi produktif dan menyukai serta beli beberapa produk dalam negeri.

F. IDE SEGAR DAN GAGASAN PEMIKIRAN KRITIS CIPTAAN SAYA SENDIRI SEBAGAI PEMUDA MILENIAL PENERUS BANGSA DALAM MENGATASI KEMISKINAN DI INDONESIA


1. Dengan lakukan relokasi atau perpindahan juta-an masyarakat Indonesia yang tinggal di lokasi terpencil. 

 Perpindahan juta-an warga Indonesia miskin menuju ke lokasi daerah tinggal yang tambah baik serta semakin maju. Argumennya yaitu bila kelak juta-an warga miskin Indonesia yang tinggal di lokasi terpencil ini dapat dipindahkan ke lokasi hidup yang tambah baik, jadi ada jaminan service sosial yang lebih terjamin dari pemerintah. Umpamanya saja juta-an warga miskin Indonesia yang kelak juga akan dipindahkan dari daerah minor ini pada akhirnya dapat memperoleh service yang tambah baik di masalah pendidikan, kesehatan serta pekerjaan. Diluar itu argumen untuk direlokasi yaitu sediakan saluran air serta keadaan jalan yang tambah baik untuk juta-an warga miskin di Indonesia. Hingga dengan meningkatnya kwalitas hidup, keinginannya juga akan menyingkirkan perlahan-lahan jumlah masyarakat miskin di Indonesia.
Dalam mengetaskan kemiskinan, tingkatkan kualitas yaitu prioritasnya bukanlah problem jumlah. Ekonomi dapat merampungkan problem kemiskinan dengan beberapa tapi tidak dapat merampungkan dengan selesai serta automatis jadi mesti ada kebijakan yang memihak rakyat miskin serta lakukan kebijakan ekonomi seimbang pada kota serta desa.

Ada 5 langkah untuk mengentaskan kemiskinan, yakni pemerintah memimpin pengentasan kemiskinan, partispasi orang-orang, pemberdayakan orang-orang, pengembangan orang-orang, serta pengentasan kemiskinan lewat tehnologi. Diluar itu, pemerintah tingkatkan koordinasi pengentasan kemiskinan antar kota serta desa dan industrilisasi pertanian dan merampungkan problem keperluan pokok.

2. Pemerintah Indonesia baiknya banyak keluarkan biaya untuk orang-orang miskin. 

Salah nya ialah pemerintah menghapuskan pajak pertanian walau negara sedikit alami kehilangan pendapatan negara.

3. Pemerintah Indonesia baiknya menggelontorkan dana yang cukup besar untuk subsidi per tahun. Pemberian jaminan Living Social yang cukup besar per orang per th. untuk demikian juta orang tiap-tiap th..

 Diluar itu, pemerintah juga memberi dana pertolongan yang cukup besar untuk penambahan pendapatan orang miskin di Indonesia yang sekitaran RP 361. 990 per kapita per bulan..

4. Jumlah pendapatan orang miskin tiap-tiap tahunnya di beri dana pertolongan tiap-tiap orang.

 Langkah pemerintah bertindak besar dalam sandang, pangan, serta papan. Lewat kebijakan itu kesejahteraan rakyat makin bertambah. Di bagian pendidikan, pemerintah baiknya melakukan program harus belajar 9 th.. Dengan program itu, sekitaran 97% anak umur 7-15 th. bisa bersekolah bersekolah hingga kwalitas sumberdaya manusia Indonesia bertambah.

Pemerintah Indonesia mesti mengadakan pendidikan 9 th. dengan gratis sehinga persentase bibit unggul Indonesia umur produktif yang bisa mengenyam pendidikan tinggi pada umur 7-15 th. bertambah jadi 97%. . Untuk kebijakan kesehatan, pemerintah memberi pertolongan pada rakyat miskin hingga cost kesehatan untuk rakyat miskin sesuai dengan kekuatannya. Di pedesaan baiknya minimum memiliki 1 bank hingga saat ada yang sakit mereka keluarkan sedikit cost yang dijamin oleh subsidi pemerintah yang dapat di terima berdasar pada kekuatannya sendiri.

5. Ada program perbaikan tempat tinggal untuk masyarakat miskin hingga kurangi kesenjangan pada lokasi Timur serta Barat Indonesia.

Kesenjangan pada barat serta timur masih tetap besar. Dengan pengembangan lokasi Timur di Indonesia diinginkan bisa kurangi kemiskinan di lokasi Timur Indonesia.

6. Ekonomi dibuat dengan membuat industri-industri standard negara maju, tekstil, sepatu, yang gampang serta enteng. 

Ekonomi dibuat dengan membuat industri-industri standard negara berkembang, tekstil, sepatu, yang gampang serta enteng. Tapi pemerintah mesti sekalian menyiapkan semuanya, infrastruktur, sumberdaya, serta pengetahuan untuk level industri setelah itu. Industri berat serta strategis, baja, otomotif, perkapalan. Bukanlah untuk dimajukan, tapi untuk mengusai dunia.

Mulai sejak awal, kiat besar Indonesia yaitu mesti ekspor oriented seperti negara Korea. Korea mesti menyiapkan diri serta berjuang untuk merebut pasar dunia! Ini akibatnya karena kondisi yang sama dengan Jepang, sumberdaya alam yang begitu terbatas serta pasar dalam negeri yang kecil. Ekspor Oriented! Berjuang keras mulai sejak awal untuk merebut pasar dunia.

7. Pemerintah mesti memberi support yang kuat untuk dunia usaha.

Pemerintah mesti memberi support yang kuat untuk dunia usaha. Infrastruktur, modal yang murah, pajak rendah untuk industri favorit, serta, sumberdaya manusia berkwalitas tinggi. Birokrasi di buat super efektif serta berkwalitas tinggi. Beberapa birokrat dididik dengan sistem belajar serta disiplin kelas dunia. Cuma yang paling baik yang ada pada birokrasi. Yg tidak efektif, segera dipotong. Tak ada saat untuk birokrasi korup.

8. Loyalitas konglomerat negara.

Indonesai bisa mencontoh negara Korea. Beberapa konglomerat Korea yakni Hyundai, Samsung, serta LG juga yaitu pejuang yang begitu nasionalis. Mereka pada intinya juga akan berjuang mati-matian menembus pasar dunia untuk perkembangan bangsa Korea. Dengan, atau tanpa ada pertolongan dari pemerintah.

Beberapa pemimpin Korea juga miliki visi yang begitu maju dalam penyerapan serta pengembangan tehnologi. Berikut kunci dari semuanya bangsa-bangsa termaju. Th. 1959, pemerintah Korea telah membangun Korean Atomic Energy Commision. Pertengahan th. 1960, Kementerian Sains serta Tehnologi dibuat. Lantas Korea Institute of Science and Technology yang dibuat untuk penelitian industrial.

Serta kemudian, sistem evaluasi sains serta tehnologi dikerjakan dengan besar-besaran. Beberapa ilmuwan asing serta semua jenis tehnologi paling baru dari Barat diserap habis-habisan. Sama seperti Jepang. Penelitian serta riset digalakkan, beberapa orang dan sebagian tubuh penelitian yang unggul di beri dana yang begitu besar oleh pemerintah. Industri-industri dengan potensi pasar masa depan yang besar dianalisis serta dikejar habis-habisan, baik oleh pemerintahnya ataupun swasta.

Industri-industri paling utama Korea Selatan saat ini yaitu otomotif, semikonduktor, elektronik, pembuatan kapal, serta baja. Korea dengan juga intens meningkatkan industri-industri strategis masa depan, seperti Nanoteknologi, Bioteknologi, Tehnologi Info, Robotika, serta tehnologi ruangan angkasa.

Korea memiliki robot humanoid ke 2 didunia, HUBO, robot berkepala Einstein. (Robot humanoid pertama dunia yaitu Asimo dari Jepang). Korea juga berambisi jadi “World’s Number 1 Robotics Nation”, bangsa pemakai robot paling besar dunia, 2025 kelak.

9. Fokus serta memprioritaskan pembangunan manusia-manusia unggul.
  
Indonesia bisa mencontoh negara korea. Manusia-manusia unggul yang miliki kekuatan tinggi dalam menyerap pengetahuan serta tehnologi. Pembangunan manusia-manusia unggul, lewat pendidikan unggul. Pendidikan paling baik didunia.
Mulai sejak lama, pemerintah Korea sudah berjuang supaya anak-anak Korea mempunyai nilai matematika serta sains yang tinggi. Tidak dalam ukuran Korea sendiri, tapi dalam taraf global. Jadi system pendidikan paling baik didunia mesti dibuat.

Ahli-ahli pendidikan paling baik didunia, pakar-pakar sains serta tehnologi termaju dihadirkan untuk membuat system pendidikan Korea. Beragam usaha dikerjakan supaya bebrapa kampus di Korea dapat sejajar, dengan Harvard serta MIT, terlebih dalam advanced science serta technology.
Mulai sejak awal 70-an, meskipun begitu berat, pemerintah sudah memberi lebih dari 20% anggarannya untuk mengakselerasikan sistem belajar bangsa itu. Untuk membuat generasi super cerdas. Anak-anak Korea juga didorong untuk belajar ke bebrapa universitas paling terpenting dunia, Harvard, Princeton, MIT.
Serta Korea sudah sukses. Tingkat IQ Korea dengan nasional yaitu yang teratas didunia. Serta anak-anak Korea juga mempunyai ranking tertinggi dalam kekuatan matematika, sains, masalah solving, serta membaca dalam posisi OECD, Organisation for Economic Co-operation and Development.

G. DAFTAR PUSTAKA

Arraiyah, M. Hamdar. 2007. Meneropong Fenomena Kemiskinan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arsyad, Lincoln. 2006. Ekonomi Pembangunan, Edisi Keempat, Yogyakarta: BP STIE YKPN.

Bappeda.  2017. Masterplan  Percepatan dan Perluasan Penanggulangan Kemiskinan Kota Medan, Medan: Bappeda Medan.

http: www.Sukrisnaaji.blogspot.com diakses pada tanggal 18 April 2018.

http://www.worldbank.org/in/country/indones ia/overview. diakses pada tanggal 19 April 2018.

Ningsih, Mega Puspita. 2012. Analisis Dampak Program Penanggulangan Kemiskinan terhadap Kehidupan Masyarakat Miskin di Desa Pait Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang, Jurnal Ekonomi Studi Pembangunan, Vol 4 No.1 Hal 133-140.

Gunamantha, I made dan Susila,   Gede Putu Agus Jana. 2015. Analisis dampak program pengembangan kecamatan terhadap pengentasan kemiskinan Di kabupaten buleleng, Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, Vol 4 No.1 Hal 523-533.

Nurhadi. 2007. Mengembangkan Jaminan Sosial dan Mengentaskan Kemiskinan, cetakan pertama, Yogyakarta: Media Wacana.

Rahardjo. 2005. Dasar-Dasar Ekonomi Wilayah, Cetakan Pertama, Yogyakarta: Graha Ilmu.

Salim, Emil. 2006. Perencanaan Pembangunan dan Pemerataan Pendapatan. Jakarta: Idayu.

Saragih, Togar. 2006. Pengangguran, Pendidikan dan Kemiskinan di Indonesia, Jurnal Teleskop Volume 5 Edisi 9, Bandung: STIE. Y. A. I.

 Siagian,   Matias.   2012.   Kemiskinan   dan Solusi,   Cetakan   Pertama,   Medan: Grasindo Monoratama.

Suharto, Edi. 2009. Kemiskinan dan Perlindungan Sosial di Indonesia, Cetakan Pertama. Bandung: Alfabeta.

Rusli, budiaman. (2017). Analisis Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan Di Jawa Barat. [Online ]Diakses dari : https://www.conftool.com/skim2013/index.php/Rusli-

Simbolon, bistok.2014. Peraturan-Presiden-tahun-2010-015-10.pdf. [Online] Diakses dari : http://www.bpkp.go.id/uu/filedownload/5/4/1834.bpkp 21 April 2018.

Yuni Nurhayati. (13 Juli 2013). Jawa Barat Masih Timpang? Analisis Ketimpangan Wilayah Menggunakan Indeks Williamson dan Indeks Entropi Theil. [Online] Diakses dari : http://politik.kompasiana.com/2018/03/18/jawa-barat-masih-timpang-analisis-ketimpangan-wilayah-menggunakan-indeks-williamson-dan-indeks-entropi-theil--576681.html

Badan Pusat Statistik. (2018). TINGKAT KEMISKINAN INDONESIA MARET 2018.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »