Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Arsip Blog

MANAJEMEN DAN ORGANISASI

By On Oktober 17, 2017



MANAGEMENT DAN ORGANISASI ( PENGANTAR BISNIS BAB V )

Nama : Rahmat Jatnika  
Kelas : 1EB02
NPM : 24217894
      
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan yang maha esa, karena berkat rahmat dan hidayahnya saya bisa menyelesaikan tugas pengantar bisnis bab V yang berjudul “Management dan Organisasi”. Tugas ini diajukan guna memenuhi nilai mata kuliah pengantar bisnis.
Harapan saya semoga tulisan ini bisa membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga  saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi tugas ini dan kedepannya dapat lebih baik.
saya menyadari bahwa dalam penyusunan tulisan ini jauh dari sempurna, baik dari segi penyusunan, bahasan, ataupun penulisannya. Oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, khususnya dari dosen mata kuliah pengantar bisnis guna menjadi acuan dalam bekal pengalaman bagi saya untuk lebih baik  di masa yang akan datang.
Jakarta, 1 Oktober 2017
   Penulis         

BAB I

PENDAHULUAN

Manajemen biasa diartikan sebagai proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbale balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.
Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungssional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi.

TUJUAN PENULISAN
  • Untuk mengerti apa itu management dan apa peranan management
  • Untuk mengetahui sejarah perkembengan management
  • Untuk memahami proses dan fungsi management
  • Untuk mengetahui manager yang profesional
  • Untuk mengerti keterampilan management yang dibutuhkan sekarang
  • Untuk memahami definisi organisasi
  • Untuk mengerti pentingnya mengenal organisasi dalam kehidupan
  • Untuk mengetahui bentuk bentuk organisasi
  • Untuk memahami prinsip prinsip organisasi
  • Untuk mengenali sebab apa saja yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan dalam berkomunikasi

MANFAAT PENULISAN
Diharapkan mampu membuat perubahan yang lebih baik untuk mengatur perssahaan yang akan dibangun atau yang sudah berjalan supaya dapat berjalan sesuai dengan alur yang baik.

BAB II

PEMBAHASAN

1. Manajement

a. Pengertian dan Peranan Manajemen
Istilah management  memiliki banyak pengertian. Pengertian  manajemen  menurut Daft (2003;4) yaitu : “Management is the attainment of organizational goals in an effective and efficient manner through planning organizing leading and controlling organizational recources.” Arti dari pengertian manajemen diatas adalah, manajemen merupakan pencapaian tujuan dengan  cara yang efektif dan efisien melalui perencanaan pengorganisasian pengarahan dan pengawasan sumber daya. Secara universal manajemen diartikan sebagai penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran dan kinerja yang tinggi dalam berbagai kegiatan organisasi profit maupun non profit.
Selain kategori besar manajemen, manajer pada berbagai tingkat hirarki memiliki peran manajerial yang berbeda. Seorang peneliti. Henry Mintzberg, mengkategorikan peran seorang manajer dan dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis utama, yaitu :
  • Peran Decisional, membutuhkan manajer yang merencanakan strategi dan memanfaatkan sumber daya.
  •  Peran Interpersonal, memerlukan manajemen untuk mengarahkaan dan mengawasi karyawan dan organisasi.
  • Peran Informasi adalah, mereka dimana para manajer memberikan dan mengirimkan informasi.
b. Latar Belakang Sejarah Manajemen
Latar belakang sejarah management Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti "seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

c. Peranan serta Sistem manajemen
Segi yang dikelola oleh managemen t meliputi produksi, pemasaran, SDM serta keuangan, serta sumbr daya yang lain. Beberapa fungsi basic manajemen bisa diringkas jadi empat peranan basic manajemen, yakni :
• Perencanaan
Peranan rencana meliputi, penetapan tujuan, penetapan kiat, membuat gagasan untuk menggabungkan serta mengkoordinasikan beberapa aktivitas untuk menjangkau tujuan.
• Pengorganisasian
Peranan ini meliputi, apa yang perlu dikerjakan, bagaimana caranya mengerjakannya, siapa yang perlu mengerjakannya, serta siapa pada siapa mesti melapor.
• Memimpin
Pekerjaan seseorang manajer yaitu bekerja lewat orang yang lain. Peranannya yaitu mengarahkan serta berikan motivasi, merubah individu atau tim untuk bekerja bersama, serta mencari komunikasi yang efisien untuk merampungkan perseteruan.
• Mengendalikan
Peranan ini menanggung suatu hal jalan sesuai sama harusnya, lewat cara memonitor serta menilainya kemampuan dengan memperbandingkan kemampuan aktual dengan tujuan yang sudah diputuskan.
Beberapa fungsi manajemen di atas mempunyai tujuan untuk menjangkau tujuan yang sudah diputuskan dalam organisasi.
Sistem manajemen yaitu rangkaian aktivitas serta ketentuan seseorang manajer pada saat membuat, mengatur, mengorganisasi, memimpin, atau melakukan aktivitas usaha serta mengatur usahanya.

d. Ciri-Ciri Manajer Profesional
Pengertian simpel mengenai profesional bisa diberlakukan pada profesi manajer. Pertama, seseorang manajer profesional yaitu seseorang yang hidup dari profesinya jadi manajer, bukanlah manajer amatiran atau bekerja sampingan. Ke-2, seseorang manajer profesional pastinya diinginkan benar-benar melakukan tugasnya seperti seseorang profesional dalam bagian yang lain serta memiliki kekuatan serta pengetahuan yang tinggi untuk menjangkau kesuksesannya.

e. Keterampilan Manajemen yang Dibutuhkan
Keterampilan atau kekuatan yang perlu dipunyai seorang untuk jadi seseorang manajer profesional ada 3, yakni :
• Kemampuan teknis
• Kemampuan Hubungan Antar Manusia.
• Kemampuan dalam Penetapan Visi, Misi, serta Strategis.
2. Pengertian Organisasi
Pengorganisasian (Organizing) Menurut kamus arti organizing bermakna membuat satu susunan dengan bebrapa sisi yang terintegrasi demikian rupa hingga hubungan pada bebrapa sisi di pengaruhi oleh hubungan mereka dengan keseluruhnya sruktur itu. Sedang pengorganisasian sendiri memiliki makna yaitu sekumpulan orang yang bekerja sama juga dengan meletakkan pekerjaan, peranan, wewenang, serta tanggung jawab semasing untuk menjangkau satu maksud. Tersebut sebagian pendapat beberapa pakar tentang pengertian dari organisasi :

1. Prof Dr. Sondang P. Siagian
organisasi adalah tiap-tiap bentuk persekutuan pada dua orang atau lebih yang bekerja dengan dan dengan resmi terikat dalam rencana perolehan satu maksud yang sudah ditetapkan dalam ikatan yang mana ada seorang/sebagian orang yang dimaksud atasan serta seseorang/sekumpulan orang yang dimaksud dengan bawahan.

2. Drs. Malayu S. P Hasibuan
organisasi adalah satu system perserikatan resmi, berstruktur serta terkoordinasi dari sekumpulan yang bekerja bersama dalam menjangkau maksud spesifik. Organisasi cuma adalah alat serta wadah saja.

3. Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro
organisasi yaitu susunan pembagian kerja serta susunan tata hubungan kerja pada sekumpulan orang pemegang tempat yang bekerja bersama dengan spesifik untuk bersama menjangkau maksud spesifik.

4. James D Mooney
Organization is the form of every human, association for the assignment of common purpose” atau organisasi yaitu tiap-tiap bentuk hubungan kerja untuk perolehan satu maksud dengan.



5. Chester L Bernard (1938)
Organisasi yaitu sistem hubungan kerja pada dua orang atau lebih (Define organization as a sistem of cooperative of two or more persons) yang keduanya sama mempunyai misi serta visi yang sama.

6. Paul Preston serta Thomas Zimmerer
Organisasi yaitu beberapa kumpulan beberapa orang yang disusun dalam beberapa grup, yang bekerja bersama untuk menjangkau maksud dengan. (Organization is a collection people, arranged into groups, working together to achieve some common objectives).

Peranan Pengorganisasian
• Ada pembagian pekerjaan serta penggolongan aktivitas perusahaan.
• Pembagian pekerjaan aktivitas perusahaan pada grup yang sudah diputuskan.
• Memastikan aktivitas yang dikerjakan untuk menjangkau maksud perusahaan.

Terkecuali memiliki peranan, pengorganisasian juga memiliki maksud yaitu :
a. Keringanan dalam proses pekerjaan.
b. Keringanan pimpinan dalam lakukan pengawasan.
c. Keringanan dalam memastikan beberapa orang yang diakui dalam
melakukan pekerjaan.

Perlunya mengetahui Organisasi :
a. Terwujudnya hubungan yang baik antaranggota organiosasi.
b. Tiap-tiap anggota ketahui pekerjaan serta tanggung jawabnya dalam rangka
menjangkau maksud yang sudah diputuskan.
c. Spesialisasi dalam melakukan tugas

Bentuk-Bentuk Organisasi :

- Organisasi Garis : di ciptakan oleh Henry Fayol.
Organisasi ini cuma mengetahui satu komando. Satu wewenang yang turun segera dari pempin kebawahan, dari mulai manajer puncak segera ke mandor, bawahan bertanggungjawab segera pada atasan.

- Organisasi Garis serta Staf : di ciptakan oleh Harrington Emerson.
Adalah bentuk organisasi yang ambil sebagian keunggulan dari organisasi garis seperti ada pengawasan dengan segera, dan ambil sebagian keunggulan dari organisasi staf seperti ada spesialisasi kerja.


- Organisasi Fungsional : di ciptakan oleh F. W. Taylor
Bentuk organisasi ini adalah paduan dari bentuk organisasi fungsional serta organisasi garis serta staf.

Prinsip-Prinsip Organisasi
Prinsip-prinsip organisasi banyak dikemukan oleh beberapa pakar, satu diantaranya A. M. Williams yang menyampaikan gagasannya cukup lengkap dalam bukunya “Organization of Canadian Government Administration” (1965), kalau prinsip-prinsip organisasi mencakup :

1) Organisasi Mesti Memiliki Maksud yang Terang.
Organisasi dibuat atas basic ada maksud yang menginginkan diraih, dengan hal tersebut mustahil satu organisasi tidak ada maksud. Umpamanya, organisasi service kesehatan seperti rumah sakit serta puskesmas jadi satu organisasi, memiliki maksud yang menginginkan diraih diantaranya, memberi service kesehatan yang berkwalitas serta beda lain.


2) Prinsip Taraf Hirarkhi.
Dalam satu organisasi mesti ada garis kewenangan yang pasti dari pimpinan, pembantu pimpinan hingga pelaksana, hingga bisa menegaskan dalam pendelegasian wewenang serta pertanggungjawaban, serta juga akan mendukung dampaktivitas jalannya organisasi keseluruhannya.

3) Prinsip Kesatuan Perintah.
Dalam hal semacam ini, seorang cuma terima perintah atau bertanggungjawab pada seseorang atasan saja.

4) Prinsip Pendelegasian Wewenang.
Seseorang pemimpin memiliki kekuatan terbatas dalam menggerakkan pekerjaannya, hingga butuh dikerjakan pendelegasian wewenang pada bawahannya. Petinggi yang di beri wewenang mesti bisa menanggung tercapainya hasil yang diinginkan. Dalam pendelegasian, wewenang yang dilimpahkan mencakup kewenangan dalam pengambilan ketentuan, lakukan hubungan dengan orang yang lain, serta membuat aksi tanpa ada minta kesepakatan lebih dulu pada atasannya sekali lagi.

5) Prinsip Pertanggungjawaban.
Dalam menggerakkan tugasnya tiap-tiap pegawai mesti bertanggungjawab seutuhnya pada atasan.

6) Prinsip Pembagian Pekerjaan.
Satu organisasi, untuk menjangkau maksudnya, lakukan beragam kesibukan atau aktivitas. Supaya aktivitas itu bisa jalan maksimal jadi dikerjakan pembagian pekerjaan/pekerjaan yang didasarkan pada kekuatan serta ketrampilan dari semasing pegawai. Ada kejelasan dalam pembagian pekerjaan, juga akan memperjelas dalam pendelegasian wewenang, pertanggungjawaban, dan mendukung dampaktivitas jalannya organisasi.

7) Prinsip Rentang Pengendalian.
Berarti kalau jumlah bawahan atau staf yang perlu dikendalikan oleh seseorang atasan butuh dibatasi dengan rasional. Rentang kendali ini sesuai sama bentuk serta type organisasi, makin besar satu organisasi dengan jumlah pegawai yang cukup banyak, makin kompleks rentang pengendaliannya.

8) Prinsip Fungsional.
Kalau seseorang pegawai dalam satu organisasi dengan fungsional mesti terang pekerjaan serta wewenangnya, aktivitasnya, hubungan kerja, dan tanggung jawab dari pekerjaannya.

9) Prinsip Pembelahan.
Kalau beban pekerjaan pekerjaan seorang tidak bisa dibebankan tanggung jawabnya pada
orang yang lain.

10) Prinsip Keseimbangan.
Keseimbangan pada susunan organisasi yang efisien dengan maksud organisasi. Dalam hal semacam ini, pengaturan susunan organisasi mesti sesuai sama maksud dari organisasi itu. Maksud organisasi itu juga akan diwujudkan lewat kesibukan/aktivitas yang juga akan dikerjakan. Organisasi yang aktivitasnya simpel (tidak kompleks) contoh ‘koperasi di satu desa terpencil’, susunan organisasinya juga akan berlainan dengan organisasi koperasi yang berada di kota besar seperti di Jakarta, Bandung, atau Surabaya.

11) Prinsip Fleksibilitas
Organisasi mesti selalu lakukan perkembangan serta perubahan sesuai sama dinamika organisasi sendiri (internal factor) dan karna ada dampak diluar organisasi (external factor), hingga organisasi dapat menggerakkan peranan dalam menjangkau maksudnya.

12) Prinsip Kepemimpinan.
Dalam organisasi apa pun memiliki bentuk dibutuhkan ada kepemimpinan, atau mungkin dengan kata beda organisasi dapat menggerakkan aktivitasnya karna ada sistem kepemimpinan yang digerakan oleh pemimpin organisasi itu.

Ketrampilan management yang di butuhkan
Robert L. Katz pada th. 1970-an menyampaikan kalau tiap-tiap manajer memerlukan minimum tiga ketrampilan basic. 14 Ke-3 ketrampilan itu yaitu :
1. Ketrampilan rencanatual (conceptional skill)
Manajer tingkat atas (top manager) mesti mempunyai ketrampilan untuk buat rencana, inspirasi, serta ide untuk perkembangan organisasi. Ide atau inspirasi dan rencana itu lalu sebaiknya di uraikan jadi satu gagasan aktivitas untuk wujudkan ide atau rencananya itu. Sistem penjabaran inspirasi jadi satu gagasan kerja yang kongkret itu umumnya dikatakan sebagai sistem rencana atau rencana. Oleh karenanya, ketrampilan rencanasional juga meruipakan ketrampilan untuk buat gagasan kerja.

2. Ketrampilan terkait dengan orang yang lain (humanity skill)
Terkecuali kekuatan rencanasional, manajer juga butuh diperlengkapi dengan ketrampilan berkomunikasi atau ketrampilan terkait dengan orang yang lain, yang dimaksud juga ketrampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif mesti senantiasa di ciptakan oleh manajer pada bawahan yang di pimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, serta kebapakan juga akan buat karyawan terasa dihargai serta lalu mereka juga akan berlaku terbuka pada atasan. Ketrampilan berkomunikasi dibutuhkan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, ataupun bawah.

3. Ketrampilan tehnis (technical skill)
Ketrampilan ini biasanya adalah bekal untuk manajer pada tingkat yang lebih rendah. Ketrampilan tehnis ini adalah kekuatan untuk menggerakkan satu pekerjaan spesifik, umpamanya memakai program computer, melakukan perbaikan mesin, buat kursi, akuntansi dan sebagainya.

Sebab keberhasilan dan kegagalan Organisasi
Keberhasilan atau kega galan organisasi tentu terkait dengan peranan beberapa anggotanya. Satu kesuksesan bisa diraih apabila ada hubungan kerja yg baik antar beberapa anggotanya. Sedang kegagalan bisa dikarenakan karna ada aspek internal di pengorganisasian tersebyut yang berbentuk negatif.

Kesimpulan
Pada hasil penuliisan Ilmiah ini, yang berjudul “Management serta Organisasi” rangkuman yang bisa kita ambillah yaitu kalau dalam pengetahuan managemet serta organisasi keduanya sama-sama memerlukan karna dalam berorganisasi kita mesti mempunyai pengetahuan management yang cukup agar bisa mengatur semua kegiatan yang kita kerjakan dalam organisasi itu supaya tidak berlangsung kekacauan dalam kkehidupan satu hari hari supaya tujuan atau maksud yang kita berharap bisa jalan tana ada problem ari luat kantor

Saran
Pendalaman untuk pengetahuan management serta berorganisasi begini mesti lebih giat ditingkatkan pada anak di bangku sekolah menengah atas terutama, supaya buka pemikiran mereka untuk berorganisasi dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA
http://uiita.wordpress.com/2013/01/08/manajemen-dan-organisasi/
http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen
http://alfiantoromdoni.blogspot.com/2012/01/manajemen-dan-organisasi.html
http://light-kagami.blogspot.com/2012/02/keterampilan-yang-harus-di-miliki-oleh.html

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »