KEWIRASWASTAAN
DAN USAHA KECIL ( PENGANTAR BISNIS BAB IV )
Nama : Rahmat Jatnika
Kelas : 1EB02
NPM : 24217894
Kelas : 1EB02
NPM : 24217894
KATA PENGANTAR
Puji sukur saya panjatkan ke
hadirat Tuhan yang maha esa, karna karena rahmat serta hidayahnya saya dapat
merampungkan pekerjaan pengantar usaha bab IV yang berjudul “Kewirasastaan
serta Usaha kecil”. Pekerjaan ini diserahkan manfaat penuhi nilai mata kuliah
pengantar usaha.
Keinginan saya mudah-mudahan tulisan ini dapat menolong
menaikkan pengetahuan serta pengalaman untuk beberapa pembaca, hingga saya bisa
melakukan perbaikan bentuk ataupun isi pekerjaan ini serta nantinya bisa tambah
baik.
saya mengerti kalau dalam pengaturan tulisan ini jauh
dari prima, baik dari sisi pengaturan, bahasan, maupun penulisannya. Oleh
karenanya saya menginginkan kritik serta anjuran yang sifatnya membuat,
terutama dari dosen mata kuliah pengantar usaha manfaat jadi referensi dalam
bekal pengalaman untuk saya untuk tambah baik di masa mendatang.
Jakarta, 1 Oktober 2017
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
Dalam mulai satu perusahaan yang
juga akan kita buat, kita mesti dapat memastikan apa yang cocok untuk kita
lakukan. Terlebih dalam ketahui basic dasar berwiraswasta serta kemungkinan
resiko yang juga akan kita hadapi. Terlebih di usaha kecil. Karna sebelumnya
perusahaan jadi besar, perusahaan mesti mempersiapkan dengan baik bagaimana
caranya langkah meningkatkan usahanya supaya tidak berlangsung beberapa hal
yang dikehendaki pada step awal. Sebab, pada step awal, disinilah banyak berlangsung
masalah. Oleh karena itu Beberapa hal yang juga akan dibicarakan untuk ketahui
langkah – langkah berwiraswastaan serta ketahui usaha kecil yaitu :
1. Kewiraswastaan, wiraswasta, wiraswastawan
2. Perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan
3. Perubahan franchising di Indonesia
4. Tanda-tanda perusahaan kecil
5. Ketidaksamaan pada kewirausahaan serta usaha kecil
TUJUAN
PENULISAN
. •
Untuk tahu mengenai wiraswastawan
• Untuk ketahui unsur-unsur perlu
wiraswasta
• Untuk mengerti langkah masuk perusahaan
• Untuk mengerti beberapa kiat pilih
usaha lewat cara waralaba (franchising)
• Untuk tahu beberapa jenis usaha
yang mungkin diwaralabakan
• Untuk mengerti kemampuan serta
kekurangan perusahaan kecil
• Untuk mengerti keuntungan
perusahaan kecil
• Untuk mengerti kekurangan
perusahaan kecil
• Untuk mengerti beberapa cara
meningkatkan perusahaan kecil
Untuk mengerti kegagalan-kegagalan perusahaan kecil
MANFAAT
PENULISAN
• Untuk menerangkan bagaimana caranya – langkah meningkatkan
usaha kecil supaya jalan sesuai sama tujuan yang telah direncanakan. Diluar itu
juga menaikkan pengetahuan mengenai kemungkinan resiko yang perlu di hindari
dalam melakukan usaha kecil..
BAB II
PEMBAHASAN
1. Kewiraswastaan
(Enterpreneurship) yaitu kekuatan serta tekad seorang
untuk memiliki resiko dengan menginvestasikan serta mempertaruhkan saat, uang,
serta usaha untuk mulai satu perusahaan serta membuatnya berhasil. Lewat usaha
yang digerakkannya, yang berkaitan berencana serta menginginkan kompensasi
berbentuk keuntungan di samping juga kenikmatan. Sektor bisnis atau perusahaan
yang dibuat oleh seorang dengan kepribadian spesifik (wiraswastawan/pengusaha)
jadi alternative penyediaan lapangan kerja, minimum untuk si yang memiliki
modal itu, kita sebut wiraswasta.
2. Wiraswasta
Pengertian wiraswastawan
menunujuk pada pribadi spesifik yang dengan kualitatif lebih dari umumnya
manusia biasanya, yakni pribadi yang mempunyai kekuatan untuk :
1. Berdiri di atas kemampuan sendiri
2. Mengambil ketentuan untuk diri sendiri
3. Mengambil keputusan maksud atas basic pertimbangannya
sendiri
4. Ambil resiko
5. Tegas
6. Memperhatikan lingkungan sosial untuk menjangkau skala
hidup yang tambah baik untuk semuanya orang
v Peranan
wiraswastawan
• Memimpin usaha dengan tehnis ataupun ekonomis dengan beragam
segi perananonal
• Mencari keuntungan bisnis
• Membawa perusahaan ke arah kekuatan
• Mengenalkan hasil produksi baru
• Mengenalkan langkah produksi yang lebih maju
• Buka pasar
• Merebut sumber bahan mentah ataupun bahan 1/2 jadi
• Melaksanakan bentuk organisasi perusahaan yang baru
• Mencari keuntungan bisnis
• Membawa perusahaan ke arah kekuatan
• Mengenalkan hasil produksi baru
• Mengenalkan langkah produksi yang lebih maju
• Buka pasar
• Merebut sumber bahan mentah ataupun bahan 1/2 jadi
• Melaksanakan bentuk organisasi perusahaan yang baru
v Unsur penting wiraswasta
Dalam wiraswasta terdapat banyak unsur perlu yang keduanya
sama-sama berkaitan. Unsur-unsur tersebut yaitu :
• Unsur pengetahuan
Mencirikan tingkat penalaran yang dipunyai seorang. Biasanya unsur pengetahuan banyak ditetapkan oleh tingkat pendidikan orang berkaitan.
• Unsur ketrampilan
Biasanya didapat lewat latihan serta pengalaman kerja riil. Wiraswastawan yang diperlengkapi ketrampilan tinggi juga akan memiliki kesuksesan yang lebih tinggi.
• Unsur kewaspadaan
Adalah gabungan unsur pengetahuan serta sikap mental dalam hadapi kondisi mendatang. Kewaspadaan terkait dengan pemikiran atau gagasan aksi untuk hadapi suatu hal yang mungkin saja berlangsung atau disangka yang juga akan dialami
• Unsur pengetahuan
Mencirikan tingkat penalaran yang dipunyai seorang. Biasanya unsur pengetahuan banyak ditetapkan oleh tingkat pendidikan orang berkaitan.
• Unsur ketrampilan
Biasanya didapat lewat latihan serta pengalaman kerja riil. Wiraswastawan yang diperlengkapi ketrampilan tinggi juga akan memiliki kesuksesan yang lebih tinggi.
• Unsur kewaspadaan
Adalah gabungan unsur pengetahuan serta sikap mental dalam hadapi kondisi mendatang. Kewaspadaan terkait dengan pemikiran atau gagasan aksi untuk hadapi suatu hal yang mungkin saja berlangsung atau disangka yang juga akan dialami
.
3.
Perusahaan Kecil dalam Lingkungan Perusahaan
Usaha Kecil adalah usaha yang memiliki jumlah tenaga
kerja kurang dari 50orang, atau berdasar pada Undang-Undang Nomor 9 Th. 1999, kelompok
usaha kecil yaitu yang mempunyai kekayaan bersih paling banyak Rp. 200. 000.
000, 00 (tidak termasuk juga tanah serta bangunan) penjualan paling banyak Rp.
1. 000. 000. 000. Punya Warga Negara Indonesia, bukanlah afiliasi tubuh usaha beda
(berdiri dengan sendiri), serta berupa usaha perseorangan, tubuh usaha, atau
koperasi.
Jadi bisa disimpulkan kalau perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan adalah perusahaan kecil yang sudah mempunyai managemen perusahaan tingkat perusahaan besar. Bisa kita saksikan billa kita menginginkan buat satu perusahaan, itu semuanya mesti diawali dari yang kecil. Karna dengan sejalannya perusahaan, jadi perusahaan yang kita buatpun bukanlah tidak mungkin untuk jadi perusahaan yang besar.
Perusahaan Kecil memegang peran perlu dala komune perusahaan swasta. Pengalaman di sebagian Negara maju (Amerika, Inggris, Jepang, dsb) menunjukka kalau komune perusahaan kecil memberi peran yang butuh dihitung di bagian produksi, pajak, penyedia lapangan kerja, serta beda sebagainnya. Sering dari perusahaan kecil keluar beberapa ide baru yang disebut terobosan perlu dala keadaan perekonomian yg tidak untungkan. Perusahaan yang saat ini sudah besar, seperti General Elektrik, IBM, PT ASTRA International, dan sebagainya, yang pada awalnya yaitu perusahaan kecil. Dengan beberapa kiat spesifik dari pebisnis, perusahaan kecil bisa berkembang dengan cepat jadi perusahaan raksasa.
Jadi bisa disimpulkan kalau perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan adalah perusahaan kecil yang sudah mempunyai managemen perusahaan tingkat perusahaan besar. Bisa kita saksikan billa kita menginginkan buat satu perusahaan, itu semuanya mesti diawali dari yang kecil. Karna dengan sejalannya perusahaan, jadi perusahaan yang kita buatpun bukanlah tidak mungkin untuk jadi perusahaan yang besar.
Perusahaan Kecil memegang peran perlu dala komune perusahaan swasta. Pengalaman di sebagian Negara maju (Amerika, Inggris, Jepang, dsb) menunjukka kalau komune perusahaan kecil memberi peran yang butuh dihitung di bagian produksi, pajak, penyedia lapangan kerja, serta beda sebagainnya. Sering dari perusahaan kecil keluar beberapa ide baru yang disebut terobosan perlu dala keadaan perekonomian yg tidak untungkan. Perusahaan yang saat ini sudah besar, seperti General Elektrik, IBM, PT ASTRA International, dan sebagainya, yang pada awalnya yaitu perusahaan kecil. Dengan beberapa kiat spesifik dari pebisnis, perusahaan kecil bisa berkembang dengan cepat jadi perusahaan raksasa.
v
Cara
memasuki perusahaan kecil ada tiga cara yaitu :
*Dengan melanjutkan usaha orangtua contoh orangtua kita memiliki
usaha warung makan. Demikian orangtua telah tua jadi yg meneruskannya yaitu
kita.
* beli perusahaan yang sudah ada
*dengan langkah mulai usaha yang sekalipun baru.
* beli perusahaan yang sudah ada
*dengan langkah mulai usaha yang sekalipun baru.
v Perkembangan franchising di
Indonesia
Waralaba atau Franchising (dari bhs Prancis untuk
kejujuran atau kebebasan) yaitu hak-hak untuk jual satu product atau jasa ataupun
layananan. Sedang menurut versus pemerintah Indonesia, yang disebut dengan
waralaba yaitu perikatan di mana satu diantara pihak diberi hak memakai serta
atau memakai hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari keunikan
usaha yang dipunyai pihak beda dengan satu imbalan berdasar pada kriteria yang diputuskan
oleh pihak beda itu dalam rencana penyediaan serta atau penjualan barang serta
jasa.
v kiat-kiat memilih usaha dengan cara waralaba ( franchising)
Menurut ketua asosiasi franchise indonesia (afi) anang
sukandar, ada beberapa kiat spesifik dalam pilih usaha waralaba yang baik. Usaha
waralaba yang baik yaitu usaha yang diperlukan keseharian yakni makan, minuman,
pendidikan, salon, bengkel, bagian ritel, tea franchise. Diluar itu, anang menyebutkan
terdapat banyak daerah yang punya potensi meningkatkan produknya untuk waralaba
seperti di jateng serta jogja makanan serta batik, bali dengan product
kerajinan kayu serta baju. Anang juga mengingatkan supaya beberapa pemodal
franchise tea baiknya waspada dalam memastikan ambil kesempatan usaha lewat
waralaba seperti franchise teh. Mengingat saat ini seringkali berlangsung
kerancuan pada waralaba (franchise) dengan business opportunity (bo). Rencana
waralaba franchise teh yang dengan legal serta dalam pp no 42 th. 2007 di
uraikan kalau waralaba teh mesti dapat dibuktikan betul-betul untungkan, diluar
itu sistem aplikasi bisnisnya gampang diaplikasikan serta di ajarkan pada
pengambil pewaralaba dan sebagainya.
v Jenis-jenis usaha yang diwaralabakan
• Product serta jasa otomotif
• Pertolongan serta jasa bisnis
• Product serta jasa konstruksi
• Jasa pendidikan
• Rekreasi serta hiburan
• Fastfood serta take away (makanan siap saji)
• Stand makanan/foodstall
• Perawatan kesehatan, medis serta kecantikan
• Jasa bersihkan rumah
• Pertolongan serta jasa bisnis
• Product serta jasa konstruksi
• Jasa pendidikan
• Rekreasi serta hiburan
• Fastfood serta take away (makanan siap saji)
• Stand makanan/foodstall
• Perawatan kesehatan, medis serta kecantikan
• Jasa bersihkan rumah
v . Ciri-ciri perusahaan kecil
Pada umumnya perusahaan kecil merujuk pada tanda-tanda tersebut
:
• Manajemen berdiri dengan sendiri. Umumnya beberapa manajer perusahaan yaitu pemiliknya juga, dengan predikat yang disandang mereka mempunyai kebebasan untuk melakukan tindakan serta memutuskan.
• Investasi modal terbatas. Biasanya modal perusahaan kecil disiapkan oleh seseorang yang memiliki atau sekumpulan kecil yang memiliki, karna jumlah modal yang dibutuhkan relative kecil.
• Daerah operasinya local. Dalam hal semacam ini majikan serta karyawan tinggal dalam satu lingkungan yang berdekatan dengan letak perusahaan.
• Ukuran keseluruhannya relative kecil (penyelenggara di bagian operasinya tidak dominant)
• Manajemen berdiri dengan sendiri. Umumnya beberapa manajer perusahaan yaitu pemiliknya juga, dengan predikat yang disandang mereka mempunyai kebebasan untuk melakukan tindakan serta memutuskan.
• Investasi modal terbatas. Biasanya modal perusahaan kecil disiapkan oleh seseorang yang memiliki atau sekumpulan kecil yang memiliki, karna jumlah modal yang dibutuhkan relative kecil.
• Daerah operasinya local. Dalam hal semacam ini majikan serta karyawan tinggal dalam satu lingkungan yang berdekatan dengan letak perusahaan.
• Ukuran keseluruhannya relative kecil (penyelenggara di bagian operasinya tidak dominant)
v Kekuatan dan kelemahan perusahaan kecil
Kenyataan memberikan, banyak
wiraswastawan mulai aktivitasnya dalam perusahaan kecil sebelumnya pada
akhirnya berkembang jadi besar. Beragam sektor bisnis memberi peluang usaha,
tingkat pencapaian keuntungan, ataupun tingkat reiko yg tidak sama. Lepas dari
bbidang usaha yang diambil, sebagaimanna didapati pada nyaris semuanya keadaan,
perusahaan kecil juga mempunyai kemampuan serta kekurangan. Kemampuan
perusahaan kecil terlebih sehubungan dengan kebebasanya untuk melakukan
tindakan serta beradaptasi dengan keperluan setempat. Demikian sebaliknya kekurangan
perusahaan kecil terlebih terkait dengan spesilalisasi, modal serta jaminan
pekerjaan pada karyawannya.
v Keuntungan perusahaan kecil
Kebebasan dalam melakukan
tindakan merujuk pada fleksibilitas gerak
perusahaan serta kecepatannya dalam menghadapi perubahan tuntutan pasar. Hal
semacam ini lebih sangat mungkin dalam perusahaan
kecil karna ruangan
lingkup service perusahaan relative kecil, hingga penyesuaian pada
adopsi tehnologi yang sesuai sama keperluan pasar bisa dikerjakan secara cepat.
Penyesuaian dengan keperluan setempat bisa jalan lebih baikterutama karna dekatnya perusahaan dengan orang-orang setempat, keeratan hubungan dengan pelanggan, dan fleksibilitas penyesuaian volume usaha dalam hubungannya dengan tuntutan perubahan selera pelanggan.
Penyesuaian dengan keperluan setempat bisa jalan lebih baikterutama karna dekatnya perusahaan dengan orang-orang setempat, keeratan hubungan dengan pelanggan, dan fleksibilitas penyesuaian volume usaha dalam hubungannya dengan tuntutan perubahan selera pelanggan.
v Kelemahan
perusahaan kecil
Perusahaan dengan ukuran apa
sajakah (Besar, tengah, ataupun
kecil) senantiasa mengadung kemungkinan.
Perusahaan kecil lebih gampang dipengaruhi
oleh perubahan kondisi, keadaan
ekonomi, persaingan perebutan, serta
tempat yang jelek. Kekurangan perusahaan
kecil yang terlebih terkait dengan spesialisasi, modal serta
jaminan pekerjaan pada karyawannya.
v Mengembangkan perusahaan kecil
Untuk meningkatkan perusahaan
dibutuhkan pertimbangan yang
masak pada tiga hal :
profil pribadi (dalam hubungannya dengan kelayakan credit, beberapa rujukan, rincian pengalaman
perusahaan), profil perusahaan (dalam hubungannya
dengan histori, analisa
mengenai beberapa kompetitor serta pasar,
startegi persaingan perebutan serta
gagasan opersai, gagasan
arus uang kontan serta analisa pulang rokok) dan
paket utang (dalam hubungannya
dengan jumlah yang disuruh,
type utang yang disuruh, argumen pembenaran, jadwalan pembayaran kembali- serta beberapa ketetapan pembayaran). Pertimbangan yang
masak untuk meningkatkan perusahaan, membutuhkan
kejelian yang berkaitan
erat dengan kekuatan manajemen, pemenuhan keperluan modal, penentuan
bentuk kepemilikan perusahaan serta kiat untuk memenangi persaingan
perebutan pasar.
v Kegagalan perusahaan kecil
Banyak factor yang
menyebabakan terjadinya kegagalan dalam perusahaan kecil. Beberapa
penyebabnya kegagalan sudah
dijelaskan misalnya
kurang pengalaman manajemen, minimnya modal, minimnya kekuatan dalam
promosi penjualan, ketakmampuan untuk menagih piutang yang
macet, pemakaian tehnologi
yang telah ketinggal jaman, minimnya rencana perusahaan, persoalan kecakapan pribadi, kekeliruan
penentuan sektor bisnis,
dana bebrapa beda.
v Perbedaan antara kewirausahaan dan bisnis kecil
Kewirausahaan yaitu satu profesi yang muncul karna hubungan pada ilmu dan pengetahuan yang dapat didapat dari pendidikan resmi
Sedang usaha kecil yaitu seni yang dapat di gali dengan rangkaian kerja yang
didapatkan dalam praktik maupun
penerusan dari usaha usaha yang sudah jalan. Seperti usaha
kecil orangtua kita yang
kita teruskan karna
kita dapat belajar dari orangtua
kita yang umum menggerakkan usaha itu
Kesimpulan
Pada
pembuatan tulisan yang berjudul “Kewiraswastaan serta Usaha Kecil” dapat diambil kesimpulan kalau
kewiraswastaan serta usaha kecil begitu terkait serta banyak mempunyai maksud serta persamaan seperti pengukuran potensi usaha
sama, kemampuan serta
varietas dapat disebutkan
nyaris sama karna buat lapangan kerja, unsur permodalan cuma diliat dari pojok pandang yang berlainan saat mulai serta diawali, jiwa enterpreneur yang
dipunyai sama, ujung pangkalnya yaitu pengembangan potensi enterpreneur sejatinya, apakah
abadi atau tidak.
Saran
Agar
dalam berorganisai dapat berjalan dengan baik dan semakin berkembang. Ide ide
harus ditambahkan dengan selalu mengikuti seminar seminrar atau salig sharing
sesama teman banyak agar masalah yang membuat organisasi terpecah bisa kita
selesaikan bersama.
DAFTAR
PUSTAKA
https://sites.google.com/site/kewiraswastaan/
http://wahidsyahbani.blogspot.com/2012/10/perusahaan-kecil-dalam-lingkungan.html
http://fachrurrozyezy740.blogspot.com/2010/10/kewiraswastaan-dan-perusahaan-kecil.html