“MANAGEMENT
PRODUKSI” ( PENGANTAR BISNIS BAB VII )
Kelas : 1EB02
NPM : 24217894
KATA
PENGANTAR
Puji
sukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan yang maha esa, karna karena rahmat serta
hidayahnya saya dapat merampungkan pekerjaan pengantar usaha bab VII yang
berjudul “Management produksi” . Pekerjaan ini diserahkan manfaat penuhi mata
kuliah pengantar usaha.
Keinginan saya mudah-mudahan pekerjaan ini bias menolong menaikkan pengetahuan serta pengalaman untuk beberapa pembaca, hingga saya bisa melakukan perbaikan bentuk ataupun isi pekerjaan ini hingga nantinya bisa tambah baik.
saya mengerti kalau dalam pengaturan tulisan ini jauh dari prima, baik dari sisi pengaturan, bahasan, maupun penulisannya. Oleh karenanya saya menginginkan kritik serta anjuran yang sifatnya membuat, terutama dari dosen mata kuliah pengantar usaha manfaat jadi referensi dalam bekal pengalaman untuk saya untuk tambah baik di masa yang juga akan datang
Keinginan saya mudah-mudahan pekerjaan ini bias menolong menaikkan pengetahuan serta pengalaman untuk beberapa pembaca, hingga saya bisa melakukan perbaikan bentuk ataupun isi pekerjaan ini hingga nantinya bisa tambah baik.
saya mengerti kalau dalam pengaturan tulisan ini jauh dari prima, baik dari sisi pengaturan, bahasan, maupun penulisannya. Oleh karenanya saya menginginkan kritik serta anjuran yang sifatnya membuat, terutama dari dosen mata kuliah pengantar usaha manfaat jadi referensi dalam bekal pengalaman untuk saya untuk tambah baik di masa yang juga akan datang
Jakarta, 2 Oktober 2017
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
Histori
Manajemen produksi diawali mulai
sejak 1764 waktu James Waat temukan
mesin uap yang menukar
tenaga kerja manusia. Mulai sejak itu produktivitas
pabrik bertambah cepat.
Pada th. 1776 Adam Smith menyarankan
penambahan efisiensi dengan spealisasi buruh dengan
spesialisasi jadi pekerjaan
dalam pabrik dipisahkan berdasar pada unit – unit spesifik serta tiap-tiap pekerja cuma kerjakan pekerjaan dengan spesialis. Dari situlah manajemen produksi diperkembang serta diperluas
maknanya sampai saat
ini serta jadi basic dari memimpin perusahaan perusahaan produksi yang berdiri saat ini,
Tujuan Penulisan
• mengerti perubahan
manajemen produksi
• mengerti pengertian manajemen produksi
• mengerti pengertian produksi
• mengerti sistem dalam produksi
• mengerti pengambilan ketentuan dalam manajemen produksi
• mengerti beberapa hal yang terkait dengan manajemen produksi
• mengerti peranan produksi serta operasi
• memahami system Produksi serta operasi
• menenetukan tempat serta lay-out pabrik dengan benar
• mengerti pengertian manajemen produksi
• mengerti pengertian produksi
• mengerti sistem dalam produksi
• mengerti pengambilan ketentuan dalam manajemen produksi
• mengerti beberapa hal yang terkait dengan manajemen produksi
• mengerti peranan produksi serta operasi
• memahami system Produksi serta operasi
• menenetukan tempat serta lay-out pabrik dengan benar
Bisa ketahui
atau menaikkan pikiran apa sajakah yang terkait dengan manajemen produksi.
BAB II
PEMBAHASAN
1 Perkembangan Manajemen Produksi
Manajemen
produksi berkembang cepat karna ada aspek :
• Adanya pembagian kerja (division of labour) serta spesialisasi :
Supaya produksi efisien serta efektif, produsen sebaiknya memakai cara ilmiah serta azas-azas manajemen. Pembagian kerja sangat mungkin diraihnya tingkat serta kwalitas produksi yang tambah baik apabila dibarengi dengan pemrosesan yang baik. serta juga akan kurangi cost produksi hingga bisa tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi.
• Revolusi Industri
Revolusi Industri adalah satu momen pergantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Revolusi itu adalah perubahan serta pengembangan radikal serta cepat di bagian perdagangan, industri, serta tekhnik di Eropa.
Efeknya entrepreneur besar bisa tingkatkan perdagangannya, sedang entrepreneur kecil dengan perlengkapan kerja yang masih tetap kuno, jadi tertekan.
Perubahan revolusi industri tampak pada :
1. Menambahnya pemakaian mesin
2. Efisiensi produksi batu bara, besi, serta baja,
3. Pembangunan jalan kereta api, alat transportasi, serta komunikasi.
4. Meluasnya system perbankan serta perkreditan.
Industialisasi ini tingkatkan pemrosesan hasil produksi, hingga memerlukan aktivitas pemasaran.
• Perkembangan alat serta teknologi yang meliputi pemakaian komputer
Hingga pada beberapa hal manajer produsi mengintegrasikan teknologi mutakhir dalam bisnisnya.
• Perkembangan pengetahuan serta cara kerja yang meliputi cara ilmiah, hubungan antar manusia, serta jenis ketentuan.
Pemakaian cara ilmiah dalam membahas pekerjaan sangat mungkin diketemukannya cara kerja paling baik dengan pendekatan seperti berikut :
1. Penilaian (observasi) atas cara kerja yang berlaku
2. Penilaian pada cara kerja lewat pengukuran serta analisa ilmiah
3. Kursus pekerja dengan cara baru
4. Pemakaian umpan balik dalam pengelolaa atas sistem kerja
• Adanya pembagian kerja (division of labour) serta spesialisasi :
Supaya produksi efisien serta efektif, produsen sebaiknya memakai cara ilmiah serta azas-azas manajemen. Pembagian kerja sangat mungkin diraihnya tingkat serta kwalitas produksi yang tambah baik apabila dibarengi dengan pemrosesan yang baik. serta juga akan kurangi cost produksi hingga bisa tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi.
• Revolusi Industri
Revolusi Industri adalah satu momen pergantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Revolusi itu adalah perubahan serta pengembangan radikal serta cepat di bagian perdagangan, industri, serta tekhnik di Eropa.
Efeknya entrepreneur besar bisa tingkatkan perdagangannya, sedang entrepreneur kecil dengan perlengkapan kerja yang masih tetap kuno, jadi tertekan.
Perubahan revolusi industri tampak pada :
1. Menambahnya pemakaian mesin
2. Efisiensi produksi batu bara, besi, serta baja,
3. Pembangunan jalan kereta api, alat transportasi, serta komunikasi.
4. Meluasnya system perbankan serta perkreditan.
Industialisasi ini tingkatkan pemrosesan hasil produksi, hingga memerlukan aktivitas pemasaran.
• Perkembangan alat serta teknologi yang meliputi pemakaian komputer
Hingga pada beberapa hal manajer produsi mengintegrasikan teknologi mutakhir dalam bisnisnya.
• Perkembangan pengetahuan serta cara kerja yang meliputi cara ilmiah, hubungan antar manusia, serta jenis ketentuan.
Pemakaian cara ilmiah dalam membahas pekerjaan sangat mungkin diketemukannya cara kerja paling baik dengan pendekatan seperti berikut :
1. Penilaian (observasi) atas cara kerja yang berlaku
2. Penilaian pada cara kerja lewat pengukuran serta analisa ilmiah
3. Kursus pekerja dengan cara baru
4. Pemakaian umpan balik dalam pengelolaa atas sistem kerja
Pengertian management produksi
. Mengerti lebih dalam tentang
apakah itu manajemen produksi serta beberapa hal beda yang berkaitan dengan hal
semacam ini tentunya begitu perlu untuk mensupport kesuksesan perjalanan anda
menuju maksud. Dalam hal semacam ini maksud yang disebut adalah harapan untuk menjangkau
puncak kesuksesan.
Pengertian dari manajemen produksi tersebut sesungguhnya yaitu adalah sisi dari manajemen yang mempunyai tujuan untuk mengkoordinasikan beragam aktivitas yang mana aktivitas itu betul-betul adalah usaha untuk menjangkau maksud yang diinginkan.
Jadi lebih secara singkat, manajemen produksi yaitu beberapa hal yang menyangkut pengambilan ketentuan yang begitu terkait erat dengan sistem produksi hingga juga akan menolong perusahaan maupun organisasi dalam menjangkau kesuksesan yang diharapkan
Pengertian dari manajemen produksi tersebut sesungguhnya yaitu adalah sisi dari manajemen yang mempunyai tujuan untuk mengkoordinasikan beragam aktivitas yang mana aktivitas itu betul-betul adalah usaha untuk menjangkau maksud yang diinginkan.
Jadi lebih secara singkat, manajemen produksi yaitu beberapa hal yang menyangkut pengambilan ketentuan yang begitu terkait erat dengan sistem produksi hingga juga akan menolong perusahaan maupun organisasi dalam menjangkau kesuksesan yang diharapkan
3. Pengertian Produksi
Produksi yaitu semua aktivitas dalam membuat serta menaikkan manfaat
(utility) satu barang atau jasa yang memerlukan beberapa aspek produksi berbentuk
tanah, modal, tenaga kerja, danskills (organizational, managerial and technical
skills).
4. Proses Produksi
Prose produksi yang jalan dengan lancar serta
baik adalah satu hal yang begitu diinginkan oleh satu perusahaan. Untuk wujudkan
sistem produksi supaya senantiasa jalan dengan baik, jadi diperlukan satu
manajemen yang dapat mengelola keseluruhnya aktivitas produksi itu.
Sistem Produksi bisa dilihat dari 2 sisi yakni :
Sistem Operasi/Produksi yaitu rangkaian cara serta tehnologi yang dipakai dalam menghasilkan barang atau jasa.
Type produksi bisa diklasifikasikan menurut ketidaksamaan dalam beberapa sistem operasinya. Beberapa barang product berdasar pada apakah sistem operasinya menggabungkan sumber daya atau dipecah jadi bagian-bagian komponen. Kita bisa menguraikan jasa berdasar pada tingkat kontak dengan pelanggan yang diperlukan.
Sistem Pabrikasi Barang : Sistem Analitis vs Sintetis
Semua sistem pabrikan bisa diklasifikasikan berdasar pada sifat analitis atau sintetis dari sistem transformasi.
• Sistem analitis : sistem produksi yang menguraikan sumber-sumber daya jadi komponen untuk membuat beberapa produk jadi.
• Produksi sintetis : sistem produksi yang menggabungkan beberapa bahan mentah untuk menghasilkan satu barang jadi.
Sistem jasa : Tingkat kontak dengan pelanggan
Satu langkah mengklasifikasikan jasa yaitu bertanya apakah satu jasa spesifik bisa diberi tanpa ada pelanggan jadi sisi dalam system produksi.
• Sistem kontak tinggi : Tingkat kontak pada jasa dengan customer di mana customer terima jasa jadi sisi dari system. Umpamanya jasa transportasi.
• Sistem kontak rendah : tingkat kontak pada jasa dengan customer di mana customer tidaklah perlu jadi sisi dari system dalam terima jasa. Umpamanya penyetoran giro di bank, nasabah tidak ikuti sistem perbankannya.
Sistem Produksi bisa dilihat dari 2 sisi yakni :
Sistem Operasi/Produksi yaitu rangkaian cara serta tehnologi yang dipakai dalam menghasilkan barang atau jasa.
Type produksi bisa diklasifikasikan menurut ketidaksamaan dalam beberapa sistem operasinya. Beberapa barang product berdasar pada apakah sistem operasinya menggabungkan sumber daya atau dipecah jadi bagian-bagian komponen. Kita bisa menguraikan jasa berdasar pada tingkat kontak dengan pelanggan yang diperlukan.
Sistem Pabrikasi Barang : Sistem Analitis vs Sintetis
Semua sistem pabrikan bisa diklasifikasikan berdasar pada sifat analitis atau sintetis dari sistem transformasi.
• Sistem analitis : sistem produksi yang menguraikan sumber-sumber daya jadi komponen untuk membuat beberapa produk jadi.
• Produksi sintetis : sistem produksi yang menggabungkan beberapa bahan mentah untuk menghasilkan satu barang jadi.
Sistem jasa : Tingkat kontak dengan pelanggan
Satu langkah mengklasifikasikan jasa yaitu bertanya apakah satu jasa spesifik bisa diberi tanpa ada pelanggan jadi sisi dalam system produksi.
• Sistem kontak tinggi : Tingkat kontak pada jasa dengan customer di mana customer terima jasa jadi sisi dari system. Umpamanya jasa transportasi.
• Sistem kontak rendah : tingkat kontak pada jasa dengan customer di mana customer tidaklah perlu jadi sisi dari system dalam terima jasa. Umpamanya penyetoran giro di bank, nasabah tidak ikuti sistem perbankannya.
5
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MANAJEMEN PRODUKSI
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MANAJEMEN PRODUKSI
Diliat dari keadaan ketentuan yang perlu di ambil, dibedakan menjadi
1. Pengambilan ketentuan atas momen yang pasti
2. Pengambilan ketentuan atas momen yang memiliki kandungan resiko
3. Pengambilan ketentuan atas momen yg tidak pasti
4. Pengambilan ketentuan atas momen yang muncul karna pertentangan dengan kondisi beda.
Bagian produksi memiliki 5 tanggung jawab ketentuan paling utama, yakni :
1. Proses
2. Kemampuan
3. Persediaan
4. Tenaga Kerja
5. Kualitas/Kualitas
1. Pengambilan ketentuan atas momen yang pasti
2. Pengambilan ketentuan atas momen yang memiliki kandungan resiko
3. Pengambilan ketentuan atas momen yg tidak pasti
4. Pengambilan ketentuan atas momen yang muncul karna pertentangan dengan kondisi beda.
Bagian produksi memiliki 5 tanggung jawab ketentuan paling utama, yakni :
1. Proses
2. Kemampuan
3. Persediaan
4. Tenaga Kerja
5. Kualitas/Kualitas
6. FUNGSI DAN SISTEM PRODUKSI DAN OPERASI
Fungsi
Produksi dan Opersi
Di bawah ini ada 4 peranan terutama dalam poduksi serta operasi
1. Sistem Pemrosesan
2. jasa-jasa penunjang
3. Perencanaan
4. pengendalian/pengawasan
Di bawah ini ada 4 peranan terutama dalam poduksi serta operasi
1. Sistem Pemrosesan
2. jasa-jasa penunjang
3. Perencanaan
4. pengendalian/pengawasan
Sistem
Produksi dan Operasi
System produksi serta operasi yaitu satu keterikatan unsur-unsur yang berlainan dengan terpadu, menyatu, serta menyeluruh dalam pentransformasian input serta pengeluaran.
System produksi serta operasi yaitu satu keterikatan unsur-unsur yang berlainan dengan terpadu, menyatu, serta menyeluruh dalam pentransformasian input serta pengeluaran.
7. LOKASI DAN LAY OUT PABRIK
Perencanaan
Tata Letak Pabrik (PTLP)
Dalam PTLP ini pada intinya juga akan meupakan sistem pengurutan dari satu
rencana tata letak yang systematis. Posisi sistem itu bisa dikemukakan seperti
berikut :
o Penentuan Tempat
o Opeation Process Chart (OPC)
o Routing Sheet
o Multi Product Process Chart (MPPC)
o Memastikan Gudang
o Biaya Material Handling (OMH)
o From To Chart (FTC)
o Outflow, Inflow
o Tabel Taraf Prioritas (TSP)
o Activity Relationship Diagram (ARD)
o Activity Relationship Chart (ARC)
o Ruang Alocation Diagram (AAD)
o Template
o Penentuan Tempat
o Opeation Process Chart (OPC)
o Routing Sheet
o Multi Product Process Chart (MPPC)
o Memastikan Gudang
o Biaya Material Handling (OMH)
o From To Chart (FTC)
o Outflow, Inflow
o Tabel Taraf Prioritas (TSP)
o Activity Relationship Diagram (ARD)
o Activity Relationship Chart (ARC)
o Ruang Alocation Diagram (AAD)
o Template
PEMILIHAN
LOKASI
Penentuan tempat pada intinya yaitu memastikan satu tempat atau tempat yang
pas untuk satu perisahaan atau perkantoran atau tempat untuk maksud spesifik,
dengan mempertimbangkan keunggulan serta kekurangan tempat itu. Dalam penentuan
tempat kita juga akan memperbandingkan satu tempat dengan tempat yang lain, berdasar
pada nilai break even point tempat itu.
Kesimpulan
Rangkuman yang bisa penulis ambillah dari kajian mengenai
manajemen produksi yakni dalam manajemen produksi banyak step tahap yang butuh diperhatikan
supaya tidak berlangsung kekeliruan yang sangat mungkin kita menuju
kebangkrutan dalam membuat perusahaan produksi
DAFTAR PUSTAKA
http://dayintapinasthika.wordpress.com/tugas-7-manajemen-produksi/
http://ahlipresentasi.com/pengertian-manajemen-produksi/
http://mitanggraini.blogspot.com/2012/11/manajemen-produksi.html
http://zaini-busroni.blogspot.com/2012/01/perkembangan-management-produksi.html