PENGANTAR BISNIS
“PERUSAHAAN DAN LINGKUNGAN
PERUSAHAAN”
Nama :Rahmat Jatnika
Kelas : 1EB02
NPM : 24217894
NPM : 24217894
KATA PENGANTAR
. Puji syukur
saya panjatkan ke hadirat Tuhan yang maha esa, karna karna rahmat dan
hidayahnya saya bisa menyelesaikan pekerjaan pengantar usaha bab II yang
berjudul “Perusahaan dan Lingkungan Perusahaan”. Pekerjaan ini diserahkan faedah
penuhi nilai mata kuliah pengantar usaha.
Hasrat saya semoga tulisan ini bisa membantu menambah pengetahuan dan pengalaman untuk sebagian pembaca, sampai saya dapat lakukan perbaikan bentuk maupun isi pekerjaan ini dan nanti dapat lebih baik.
saya tahu bila dalam penyusunan tulisan ini jauh dari sempurna, baik dari bagian penyusunan, bahasan, ataupun penulisannya. Oleh karena itu saya inginkan kritik dan saran yang sifatnya buat, terlebih dari dosen mata kuliah pengantar usaha faedah jadi rujukan dalam bekal pengalaman buat saya untuk lebih baik di masa yang akan datang.
Hasrat saya semoga tulisan ini bisa membantu menambah pengetahuan dan pengalaman untuk sebagian pembaca, sampai saya dapat lakukan perbaikan bentuk maupun isi pekerjaan ini dan nanti dapat lebih baik.
saya tahu bila dalam penyusunan tulisan ini jauh dari sempurna, baik dari bagian penyusunan, bahasan, ataupun penulisannya. Oleh karena itu saya inginkan kritik dan saran yang sifatnya buat, terlebih dari dosen mata kuliah pengantar usaha faedah jadi rujukan dalam bekal pengalaman buat saya untuk lebih baik di masa yang akan datang.
Jakarta, 1 Oktober 2017
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
Dalam
mengartikan apakah itu perusahaan, banyak beberapa pakar yang mendeskripsikan mengenai
pengertian dari perusahaan.. Molengraaff misalnya, dia memiliki pendapat kalau
perusahaan yaitu keseluruhnya perbuatan yang dikerjakan dengan terus-terusan, melakukan
tindakan keluar, untuk peroleh pendapatan lewat cara memperdagangkan atau
menyerahkan barang serta membuat kesepakatan perdagangan. Tetapi bersamaan
berkembanngnya jaman, banyak beberapa pakar sekali lagi yang memperluas hal tentang
apakah itu perusahaan. Dalam pekerjaan ini saya juga akan mengulas lebih dalam mengenai
perusahaan yakni :
1.
Pengertian perusahaan
2. Tempat kedudukan serta letak perusahaan
3. Perusahaan serta instansi social
4. Beragam jenis lingkungan perusahaan serta Pengaruhnya pada perusahaan
5. Pendekatan dalam lihat usaha serta lingkungan
2. Tempat kedudukan serta letak perusahaan
3. Perusahaan serta instansi social
4. Beragam jenis lingkungan perusahaan serta Pengaruhnya pada perusahaan
5. Pendekatan dalam lihat usaha serta lingkungan
TUJUAN PENULISAN
• Untuk mengerti tempat kedudukan
perusahaan
• Untuk mengerti letak perusahaan
• Untuk mengerti type letak perusahaan
• Untuk mengerti maksud dari pendirian perusahaan
• Untuk mengerti perusahaan jadi satu system
• Untuk mengerti system perusahaan
• Untuk mengerti beberapa fungsi perusahaan
• Untuk mengerti tanda-tanda perusahaan
• Untuk bisa tahu beberapa jenis lingkungan perusahaan serta pengaruhnya pada perusahaan
• Untuk mengerti letak perusahaan
• Untuk mengerti type letak perusahaan
• Untuk mengerti maksud dari pendirian perusahaan
• Untuk mengerti perusahaan jadi satu system
• Untuk mengerti system perusahaan
• Untuk mengerti beberapa fungsi perusahaan
• Untuk mengerti tanda-tanda perusahaan
• Untuk bisa tahu beberapa jenis lingkungan perusahaan serta pengaruhnya pada perusahaan
MANFAAT PENULISAN
Untuk ketahui begitu perlunya letak perusahaan untuk perkembangan
perusahaan.
BAB II
PEMBAHASAN
1. 1.Pengertian perusahaan
Pada
umumnya perusahaan (business) yaitu satu organisasi dimana sumber daya (input),
seperti bahan baku serta tenaga kerja diolah untuk hasilkan barang serta jasa
(output) untuk pelanggan. Maksud dari perusahaan pada umumnya adalah
laba/keuntungan. Laba (keuntungan) yaitu selisih pada jumlah yang di terima
dari pelanggan atas barang atau jasa yang dibuat dengan jumlah yang di
keluarkan untuk beli sumber daya alam dalam hasilkan barang atau jasa itu.
2. 2. Tempat kedudukan dan letak
perusahaan
A. Pengertian/Makna Pengertian Tempat
Perusahaan
Tempat
Perusahaan yaitu satu tempat dimana perusahaan itu malakukan aktivitas fisik.
Kedudukan perusahaan bisa berlainan dengan tempat perusahaan, karna kedudukan
perusahaan yaitu kantor pusat dari aktivitas fisik perusahaan. Contoh bentuk tempat
perusahaan yaitu pabrik tempat menghasilkan barang.
B. Beberapa Aspek Pokok Penentu Penentuan
Tempat Industri
- Letak dari sumber bahan mentah untuk
produksi
- Letak dari pasar konsumen
- tersedianya tenaga kerja
- tersedianya pengangkutan atau transportasi
- tersedianya energi
- Letak dari pasar konsumen
- tersedianya tenaga kerja
- tersedianya pengangkutan atau transportasi
- tersedianya energi
C. Beberapa Type Tempat Perusahaan
1. Tempat perusahaan yang diputuskan
pemerintah
Tempat ini telah diputuskan serta tidak dapat seenaknya membuat perusahaan diluar tempat yang sudah ditetapkan. Misalnya yaitu seperti lokasi industri cikarang, pulo gadung, serta beda sebagainya.
Tempat ini telah diputuskan serta tidak dapat seenaknya membuat perusahaan diluar tempat yang sudah ditetapkan. Misalnya yaitu seperti lokasi industri cikarang, pulo gadung, serta beda sebagainya.
2. Tempat perusahaan yang ikuti sejarah
Tempat perusahaan yang diambil umumnya mempunyai nilai histori spesifik yang bisa memberi dampak pada aktivitas usaha. Umpamanya seperti membuat perusahaan udang di cirebon yang disebut kota udang atau membuat usaha pendidikan di yogyakarta yang sudah populer jadi kota pelajar.
Tempat perusahaan yang diambil umumnya mempunyai nilai histori spesifik yang bisa memberi dampak pada aktivitas usaha. Umpamanya seperti membuat perusahaan udang di cirebon yang disebut kota udang atau membuat usaha pendidikan di yogyakarta yang sudah populer jadi kota pelajar.
3. Tempat perusahaan yang ikuti keadaan
alam
Tempat perusahaan yg tidak dapat dipilih-pilih karna telah dipilihkan oleh alam. Contoh : Tambang emas di cikotok, tambang aspal di buton, tambang gas alam di bontang kalimantan timur, serta beda sebagainya.
Tempat perusahaan yg tidak dapat dipilih-pilih karna telah dipilihkan oleh alam. Contoh : Tambang emas di cikotok, tambang aspal di buton, tambang gas alam di bontang kalimantan timur, serta beda sebagainya.
4. Tempat perusahaan yang ikuti beberapa
aspek ekonomi
Tempat perusahaan type ini pemilihannya di pengaruhi banyaknya aspek ekonomi seperti aspek ketersedian tenaga kerja, aspek kedekatan dengan pasar, ketersediaan bahan baku, dan sebagainya.
Tempat perusahaan type ini pemilihannya di pengaruhi banyaknya aspek ekonomi seperti aspek ketersedian tenaga kerja, aspek kedekatan dengan pasar, ketersediaan bahan baku, dan sebagainya.
3 3.Perusahaan dan Lembaga Sosial
Perusahaan
yaitu satu unit aktivitas produksi yang sediakan barang serta jasa untuk orang-orang
jadi bukanlah untuk menjangkau keuntungan maximal namun juga memiliki maksud buka
peluang kerja, pertimbangan politik serta usaha dedikasi pada orang-orang.
3.1. Tujuan Pendirian Perusahaan
Di badakan menjadi 2, yaitu :
- Tujuan ekonomis
Sehubungan
dengan usaha perusahaan untuk menjaga eksistensinya.
Contoh : Membuat laba, pelanggan, hasrat customer, tenaga product, kwalitas, harga, jumlah, pelanggan (inovatif).
Contoh : Membuat laba, pelanggan, hasrat customer, tenaga product, kwalitas, harga, jumlah, pelanggan (inovatif).
·
Tujuan
social
Perusahaan
memerhatikan hasrat
investor, karyawan, penyedia, factor-faktor produksi, ataupun
orang-orang luas.
Ke-2 maksud itu sama-sama mensupport untuk menjangkau maksud paling utama perusahaan, yakni berikan kenikmatan pada hasrat customer maupun pelanggan.
Ke-2 maksud itu sama-sama mensupport untuk menjangkau maksud paling utama perusahaan, yakni berikan kenikmatan pada hasrat customer maupun pelanggan.
3.2. Perusahaan Sebagai Suatu Sistem
Sistem
yaitu satu kesatuan
dari unit-unit yang sama-sama
berhubungan baik dengan
segera ataupun tidak langsungdalam rangka menjangkau
maksud spesifik.
Perusahaan yaitu satu sistem karna adalah gabungan dari beragam sumber ekonomi yang dengan segera atau tidak segera memengaruhi sistem produksi dan distribusi barang serta
jasa untuk menjangkau spesifik diantaranya
keuntungan, pemenuhan keperluan orang-orang, ataupun tanggung
jawab social.
Pada yang memiliki modal = pengelolaan keuangan serta perkembangan perusahaan.
Pada instansi peneliti = menolong pendanaan.
Pada pekerja = membayar upah serta penuhi sarana kerja.
Pada customer = sediakan B&J yang bagus.
Pada pemerintah = membayar pajak.
Pada yang memiliki modal = pengelolaan keuangan serta perkembangan perusahaan.
Pada instansi peneliti = menolong pendanaan.
Pada pekerja = membayar upah serta penuhi sarana kerja.
Pada customer = sediakan B&J yang bagus.
Pada pemerintah = membayar pajak.
3.3. Sifat Sistem Perusahaan
Terdapat banyak sifat :
• Kompleks
• Sebagai satu kesatuan/unit.
• Sifatnya bermacam.
• Saling bergantung.
• Dinamis
• Kompleks
• Sebagai satu kesatuan/unit.
• Sifatnya bermacam.
• Saling bergantung.
• Dinamis
3.4. Fungsi-fungsi Perusahaan
Ada
2 peranan perusahaan jika
ke-2 peranan itu digerakkan dengan lancer,
terkoordinir, terintegrasi dalam rencana menjangkau maksud perusahaan.
• Fungsi operasi
Pembelian serta produksi, pemasaran, keuangan, personalia, peranan operasi paling utama perusahaan, akuntansi, administrasi, tehnologi info, transformasidan komunikasi, service umum serta uu, peranan operasi penunjang.
Pembelian serta produksi, pemasaran, keuangan, personalia, peranan operasi paling utama perusahaan, akuntansi, administrasi, tehnologi info, transformasidan komunikasi, service umum serta uu, peranan operasi penunjang.
• Fungsi manajemen
Rencana, pengorganisasian, pengarah, pengendalian.
Apabila keduanya jalan dengan baik perusahaan juga akan menggerakkan operasinya dengan lancar, terkoordinasi, terintegrasi dalam rencana menjangkau maksud.
Rencana, pengorganisasian, pengarah, pengendalian.
Apabila keduanya jalan dengan baik perusahaan juga akan menggerakkan operasinya dengan lancar, terkoordinasi, terintegrasi dalam rencana menjangkau maksud.
3.5. Ciri-ciri Perusahaan
Mencerminkan kekhasan yang buat perusahaan berkaitan gampang dikendali.
Ciri biasanya
:
• Operatif
Ada kesibukan ekonomi yang sehubungan dengan aktivitas produksi, penyedia/distribusi barang serta jasa.
• Koordinatif
Dibutuhkan koordinasi semuanya pihak supaya sama-sama mensupport keduanya untuk menjangkau maksud.
• Regular
Untuk menjangkau kesinambungan perusahaan dibutuhkan kedisiplinan yang bisa mensupport kesibukan supaya bisa senantiasa bergerak maju.
• Dinamis
Lingkungan senantiasa beralih oleh karenanya dapat ikuti serta beradaptasi pada perubahan.
• Formal
Tunduk pada ketentuan yang berlaku sesudah penuhi kriteria pendirian,
• Lokasi
Perusahaan dibangun disuatu tempat spesifik dalam satu lokasi yang dengan geografis terang.
• Pelayanan Bersyarat
Kesuksesan perusahaan itu pada misi serta visi dalam satu lokasi yang dengan geografis terang.
Ada kesibukan ekonomi yang sehubungan dengan aktivitas produksi, penyedia/distribusi barang serta jasa.
• Koordinatif
Dibutuhkan koordinasi semuanya pihak supaya sama-sama mensupport keduanya untuk menjangkau maksud.
• Regular
Untuk menjangkau kesinambungan perusahaan dibutuhkan kedisiplinan yang bisa mensupport kesibukan supaya bisa senantiasa bergerak maju.
• Dinamis
Lingkungan senantiasa beralih oleh karenanya dapat ikuti serta beradaptasi pada perubahan.
• Formal
Tunduk pada ketentuan yang berlaku sesudah penuhi kriteria pendirian,
• Lokasi
Perusahaan dibangun disuatu tempat spesifik dalam satu lokasi yang dengan geografis terang.
• Pelayanan Bersyarat
Kesuksesan perusahaan itu pada misi serta visi dalam satu lokasi yang dengan geografis terang.
4. Berbagai Macam Lingkungan Perusahaan dan Pengaruhnya Terhadap Perusahaan
. Tiap-tiap
perusahaan, baik yang bertaraf
besar, menengah, ataupun kecil, juga akan berhubungan dengan
lingkungannya. Lingkungan sendiri seringkali alami perubahan yang amat cepat, hingga perusahaan
juga mesti dapat sesuaikan dengan
lingkungan di sekelilingnya. Perusahaan yang bisa ikuti perubahan
lingkungan, jadi perusahaan itu
juga akan alami perkembangan, sedang
perusahaan yg tidak bisa
ikuti perubahan yang ada di lingkungan sekelilingnya,
jadi perusahaan itu juga akan alami kemunduran.
Lingkungan perusahaan (Business Environment) yaitu beberapa kemampuan yang memengaruhi, baik dengan segera ataupun tidak segera pada kemampuan perusahaan. Pengertian beda
mengenai lingkungan disibakkan
oleh Robbins serta Coulter (1999) kalau lingkungan mengacu pada
bebrapa instansi atau beberapa
kemampuan diluar
perusahaan itu serta dengan mungkin memengaruhi kemampuan
perusahaan.
Beberapa pakar mengelompokkan lingkungan perusahaan jadi dua, yakni lingkungan segera serta tidak segera. Sebagian penulis mengelompokkan lingkungan perusahaan jadi lingkungan makro serta mikro. Dalam hal semacam ini juga akan diterangkan pembagian lingkungan perusahaan menurut Porter (1980) yang membagi lingkungan perusahaan jadi dua, yakni lingkungan eksternal serta internal.
1. Lingkungan Eksternal
Lingkungan ekksternal digolongkan jadi dua, yakni :
Beberapa pakar mengelompokkan lingkungan perusahaan jadi dua, yakni lingkungan segera serta tidak segera. Sebagian penulis mengelompokkan lingkungan perusahaan jadi lingkungan makro serta mikro. Dalam hal semacam ini juga akan diterangkan pembagian lingkungan perusahaan menurut Porter (1980) yang membagi lingkungan perusahaan jadi dua, yakni lingkungan eksternal serta internal.
1. Lingkungan Eksternal
Lingkungan ekksternal digolongkan jadi dua, yakni :
a. Lingkungan Umum
Lingkungan umum adalah lingkungan yang otomatis sudah memengaruhi kemampuan perusahaan serta beberapa besar di pengaruhi oleh aspek ini. Yang termasuk juga dalam komponen lingkungan umum yakni :
• Demografi
• Ekonomi
• Alam
• Teknologi
• Politik
• Sosial serta Budaya
Lingkungan umum adalah lingkungan yang otomatis sudah memengaruhi kemampuan perusahaan serta beberapa besar di pengaruhi oleh aspek ini. Yang termasuk juga dalam komponen lingkungan umum yakni :
• Demografi
• Ekonomi
• Alam
• Teknologi
• Politik
• Sosial serta Budaya
b. Lingkungan Industri
Porter (1980) menyampaikan kalau segi lingkungan industri lebih menghadap pada segi persaingan perebutan yang berada di sekitaran perusahaan. Hal semacam ini menyebabkan, beberapa aspek yang memengaruhi persaingan perebutan, seperti ancaman-ancaman serta kemampuan yang dipunyai perusahaan termasuk juga persaingan perebutan tersebut, jadi begitu butuh untuk dianalisis. Porter mengungkap satu rencana competitive strategy yang mengkaji usaha berdasar pada lima segi serta satu segi pelengkap. Ke-6 segi yang membuat kiat berkompetisi ini yaitu :
Porter (1980) menyampaikan kalau segi lingkungan industri lebih menghadap pada segi persaingan perebutan yang berada di sekitaran perusahaan. Hal semacam ini menyebabkan, beberapa aspek yang memengaruhi persaingan perebutan, seperti ancaman-ancaman serta kemampuan yang dipunyai perusahaan termasuk juga persaingan perebutan tersebut, jadi begitu butuh untuk dianalisis. Porter mengungkap satu rencana competitive strategy yang mengkaji usaha berdasar pada lima segi serta satu segi pelengkap. Ke-6 segi yang membuat kiat berkompetisi ini yaitu :
• Ancaman masuk pendatang baru
• Persaingan sesama perusahaan dalam industri
• Ancaman dari product pengganti
• Kekuatan tawar pembeli
• Kekuatan tawar pemasok
• Pengaruh kemampuan pemegang saham (stakeholder) yang lain.
• Persaingan sesama perusahaan dalam industri
• Ancaman dari product pengganti
• Kekuatan tawar pembeli
• Kekuatan tawar pemasok
• Pengaruh kemampuan pemegang saham (stakeholder) yang lain.
2. Lingkungan Intenal
Lingkungan internal yaitu beberapa kemampuan yang ada di dalam perusahaan serta masih tetap bisa dikontrol oleh perusahaan. Lingkungan internal punya pengaruh dalam kompetensi atau kemampuan satu perusahaan. Kemampuan-kekuatan yang ada didalam perusahaan mencakup : pekerja, dewan komisaris, serta pemegang saham.
Lingkungan internal yaitu beberapa kemampuan yang ada di dalam perusahaan serta masih tetap bisa dikontrol oleh perusahaan. Lingkungan internal punya pengaruh dalam kompetensi atau kemampuan satu perusahaan. Kemampuan-kekuatan yang ada didalam perusahaan mencakup : pekerja, dewan komisaris, serta pemegang saham.
5 5.
Pendekatan dalam melihat bisnis dan lingkungan
Peluang
usaha dan usaha itu juga akan senantiasa di pengaruhi oleh
lingkungan. Hubungan antar usaha dengan lingkungan begitu erat. Perusahaan yg
tidak dapat beradaptasi
dengan lingkungan juga akan tersingkir dari kancah persaingan perebutan usaha.
Hubungan antar usaha dengan dengan lingkungan lalu ditelaah oleh beberapa usahawan.
Pada awalnya pelajari dikerjakan dengan tradisionil yakni mereka berasumsi kalau bisnisnyalah yang disebut hal yang terutama atau yang menempati titik sentral sedang
lingkungan adalah hal sekunder yang
melingkari bisnisnya. Pandangan tradisionil itu seringkali dimaksud dengan yang bertujuan produsen atau
“Producer Oriented Aproach”. Pandangan itu memanglah
pas dengan keadaan waktu itu, di mana ketika itu kondisinya dikatakan sebagai “seller’s market”, yang
berarti produsen masih
tetap langka hingga barang apa
pun yang dibuat juga akan senantiasa terjual.
Walau demikian kondisi itu beralih, di mana entrepreneur jadi bertambah banyak serta orang-orang jadi lebih selektif hingga timbulah persaingan perebutan yang ketat di antara beberapa entrepreneur. Cuma entrepreneur yang dapat beradaptasi dengan keperluan konsumenlah yang dapat bertahan. Kondisi ini dimaksud “buyer’s market” atau “pasar pembeli” yakni kondisi di mana konsumen yang juga akan memastikan semua serta bukanlah bukan penjual. Dalam hal semacam ini berlaku satu ungkapan “pembeli yaitu raja”.
Dalam hal semacam ini siapa yang berhasil mendekati customer dialah yang juga akan bertahan dalam kancah persaingan perebutan usaha. Ketika seperti berikut entrepreneur mesti pintar lihat factor lingkungan. Jadi dalam hal semacam ini yang disebut factor yang sentral yaitu orang-orang atau customer sedang entrepreneur atau bisnisman mengelilinginya untuk melayani keperluan dengan tambah baik sesuai sama selera customer. Pandangan ini dimaksud “Consumer Oriented Approach” atau “pendekatan yang bertujuan konsumen”.
Walau demikian kondisi itu beralih, di mana entrepreneur jadi bertambah banyak serta orang-orang jadi lebih selektif hingga timbulah persaingan perebutan yang ketat di antara beberapa entrepreneur. Cuma entrepreneur yang dapat beradaptasi dengan keperluan konsumenlah yang dapat bertahan. Kondisi ini dimaksud “buyer’s market” atau “pasar pembeli” yakni kondisi di mana konsumen yang juga akan memastikan semua serta bukanlah bukan penjual. Dalam hal semacam ini berlaku satu ungkapan “pembeli yaitu raja”.
Dalam hal semacam ini siapa yang berhasil mendekati customer dialah yang juga akan bertahan dalam kancah persaingan perebutan usaha. Ketika seperti berikut entrepreneur mesti pintar lihat factor lingkungan. Jadi dalam hal semacam ini yang disebut factor yang sentral yaitu orang-orang atau customer sedang entrepreneur atau bisnisman mengelilinginya untuk melayani keperluan dengan tambah baik sesuai sama selera customer. Pandangan ini dimaksud “Consumer Oriented Approach” atau “pendekatan yang bertujuan konsumen”.
Kesimpulan
Pada
pembuatan tulisan yang berjudul “perusahaan serta lingkungan perusahaan” saya dapat
juga menyimpulkan kalau dalam buat
perusahaan baru kita mesti jeli
dalam pilih letak perusahaan karna
letak juga akan memengaruhi
perkembangan dari perusahaan tersebut
dan perusahaan mesti merajut hubungan baik dengan sekitar
lingkungan serta lingkungan usaha
supaya tersambung hubungan kerja dengan perusahaan beda
dengan baik.
Saran
Sekarang
ini banyak perusahaan yang
belum juga banyak ketahui
bagaimana caranya pilih
tempat untuk mensupport
perkembangan perusahaannya. Oleh
karena itu, pengetahuan seperti materi ini mesti
lebih di perdalam. Terlebih dalam materi kuliah
atau sekolah hingga beberapa
pendiri perusahaan baru kelak dapat
memastikan serta pilih tempat yang pas untuk perusahaannya.
DAFTAR
PUSTAKA
http://resum.wordpress.com/2010/12/28/pengertian-perusahaan-dan-tujuannya/
http://p4hrul.wordpress.com/2010/10/16/perusahaan-dan-lingkungan-perusahaan/
https://sites.google.com/site/lingkunganperusahaan/
http://uiita.wordpress.com/2012/12/09/perusahaan-dan-lingkungan-perusahaan-2/